Antisipasi Bencana Kekeringan, Pemkot Semarang Inventarisasi Daerah yang Butuh Suplai Air Bersih saat Kemarau

Rabu, 28 Agu 2024, 00:09 WIB

Semarang - Pemerintah Kota Semarang menginventarisasi kebutuhan air bersih di daerah-daerah yang rawan kekeringan sebagai upaya antisipasi bencana kekeringan di musim kemarau.

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, di Semarang, Selasa, mengatakan bahwa wilayah-wilayah rawan kekeringan sudah terdata dan perlu diantisipasi.

"Banyak wilayah yang kami antisipasi. Wilayah yang sering kekeringan itu ada di wilayah Rowosari, Jabungan, juga Gondoriyo, serta Gedawang. Ini yang harus diantisipasi," kata Ita, sapaan akrabnya.

Hal tersebut disampaikannya saat Rapat Koordinasi Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (Tepra) di Balai Kota Semarang.

Dari sisi penyediaan air, ia mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal dan akan melakukan distribusi bantuan air ke wilayah-wilayah terdampak.

"Dari sisi penyediaan, tidak hanya ada dari PDAM saja, tapi ada penyediaan dari Pamsimas (Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat), atau artetis, dan sebagainya," katanya.

Sejauh ini, kata dia, Pemkot Semarang berupaya terus menginventarisasi wilayah mana saja yang membutuhkan air.

"Selain mengecek mana saja kebutuhan air, tapi juga melakukan pengelolaan air. Pesan saya, agar masyarakat bijak menggunakan air dengan efisien, dan juga bisa berhemat," katanya.

Tak hanya kekeringan, kata dia, permasalahan yang perlu diwaspadai saat musim kemarau adalah kebakaran, termasuk di lahan-lahan kosong.

"Cuaca saat ini kan anomali ya sehingga yang kalau kekeringan ini yang utama adalah pencegahan kebakaran, selain di lingkungan, juga TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Jatibarang," katanya.

Ita mengatakan bahwa musim kemarau juga harus dimanfaatkan dengan pembersihan saluran-saluran air sebagai antisipasi banjir jika memasuki musim hujan.

"Mumpung masih kering dan bisa dilakukan pengerukan sedimen yang ada di wilayah masing-masing sehingga saat musim hujan tidak terjadi limpahan air," katanya.

Pada rakor Tepra yang dipimpin langsung wali kota, hadir seluruh jajaran Pemkot Semarang, mulai dari Asisten, Inspektur, dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD), hingga camat dan lurah.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.