Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dampak Kemarau, 5 Kecamatan di Lebak Dilanda Krisis Air Bersih

📅 Selasa, 27 Agu 2024, 14:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dampak Kemarau, 5 Kecamatan di Lebak Dilanda Krisis Air Bersih Doc: ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas
Ket. Ilustrasi - Petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) menyalurkan bantuan air bersih di Desa Cibuah, Lebak, Banten, Rabu (30/8/2023).

RANGKASBITUNG -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatat sebanyak lima kecamatan di daerah itu mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama di Rangkasbitung, Lebak, Selasa (27/8), mengatakan masyarakat yang dilanda krisis air bersih dan kekeringan tersebar di lima kecamatan, antara lain Desa Gunungbatu di Kecamatan Cilograng, Desa Cempa di Kecamatan Warunggunung, dan Desa Situregen di Kecamatan Panggarangan.

Selain itu juga Desa Prabugantungandi Kecamatan Cilelesdan Desa Sangkanmanikdi Kecamatan Cimarga.

Ia mengatakan warga yang mengalami krisis air bersih itu dipastikan ribuan Kepala Keluarga (KK), sebab untuk Desa Gunungbatudi Kecamatan Cilograng sudah mencapai 1.042 KK.

Selama ini, kata dia, BPBD Lebak sudah menangani krisis air di Desa Sangkanmanik, Kecamatan Cimarga, dengan mendistribusikan pasokan air bersih kepada masyarakat setempat.

Sedangkanempat kecamatan lainnya, kata dia, belum dilakukan penanganan pendistribusian pasokan air bersih akibat adanya kerusakan pada tiga kendaraan tangki.

"Secepatnya tiga unit kendaraan tangki sudah bisa dioperasikan untuk penanganan pendistribusian air bersih ke empat kecamatan itu," katanya.

Menurut dia, kemungkinan besar krisis air bersih di kabupaten meluas sehubungan dengan musim kemarau panjang atau El Nino.

BPBD Lebak memetakan pada 2024 jumlah daerah yang dilanda krisis air dan kekeringan sebanyak 70 desa tersebar di 20 kecamatan.

"Kami minta warga yang mengalami krisis air bersih segera melaporkan ke BPBD Lebak untuk mendapatkan pasokan air bersih," kata Febby.

Sementara itusejumlah warga pada Desa Cempa di Kecamatan Warunggunungmengaku mencari air bersih pada malam hari di sumur bawah tanah.

"Kami bisa memenuhi air bersih untuk keperluan mencuci dan mandi dari sumur yang dilakukan malam hari itu," kata Ahmad (40) warga Desa Cempa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.