Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KBBI Akan Muat 200.000 Kosakata

📅 Senin, 26 Agu 2024, 03:13 WIB | Oleh:
KBBI Akan Muat 200.000 Kosakata Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Hafidz Muksin, dalam acara Diseminasi KBBI, di Jakarta, Minggu (25/8).

JAKARTA - Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Hafidz Muksin, mengatakan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) akan memuat sebanyak 200.000 kosa kata pada tahun 2024. Dari target tersebut, saat ini barus terkumpul sekitar 160.000 kosa kata.

"Ini menjadi target kami di tahun 2024 untuk selalu meningkatkan jumlah kosakata baru. Dari target 200.000 ini setidaknya sudah ada sekitar 160.000," ujar Hafidz, dalam acara Diseminasi KBBI, di Jakarta, Minggu (25/8).

Dia menjelaskan, fokus penambahan kosa kata KBBI untuk memperkuat posisi bahasa Indonesia di tengah masifnya penggunaan bahasa asing. Adapun sumber-sumber kosa kata tersebut diserap dari berbagai bidang keahlian.

"Sehingga seluruh kata-kata baru yang memang diharapkan memang dapat memenuhi kebutuhan istilah-istilah di seluruh bidang keahlian baik yang berasal dari bahasa daerah maupun juga dari bahasa asing," jelasnya.

Hafidz memastikan, proses penyerapan kosa kata baru dilakukan secara bertahap. Meski jumlah kosakata yang diserap banyak, tapi kosa kata tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan.

"Tantangannya adalah bagaimana kita dapat menyerap sebanyak-banyaknya, namun dengan pemilihan-pemilihan yang betul-betul sesuai dengan kebutuhan kita," katanya.

Penggunaan KBBI

Hafidz mengungkapkan, pihaknya melakukan pembinaan untuk memastikan KBBI dimanfaatkan masyarakat. Salah satunya dengan membina lembaga-lembaga baik pendidikan, pemerintah, maupun swasta.

Da melanjutkan, ada sekitar 45 lembaga yang secara resmi menjadi sasaran pembinaan. 45 lembaga tersebut nanti dapat menjadi contoh bagi lembaga lainnya terkait penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, termasuk pemanfaatan KBBI.

Anggota Komisi X DPR RI, Himatul Aliyah, menyebut, penggunaan kata sesuai KBBI sangat penting, terutama bagi anak muda. Menurutnya, hal tersebut penting untuk menjaga kelestarian Bahasa Indonesia.

"Terbiasa menggunakan Bahasa Indonesia sesuai dengan KBBI yang benar diharapkan bisa diikuti pembaca terutama anak muda sehingga anak muda secara tidak sadar turut serta menjaga kelestarian Bahasa Indonesia," ucapnya. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.