BPBD Kalbar Pantau 163 Titik Panas di Lima Kabupaten

Senin, 26 Agu 2024, 17:04 WIB

PONTIANAK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat (Kalbar) terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah Satgas Penanganan Bencana Asap mendeteksi 163 titik panas (hotspot)yang tersebar di lima kabupaten.

"Kabupaten Bengkayang menjadi daerah dengan jumlahhotspotterbanyak, mencatatkan 95 titik panas, menjadikan wilayah ini sebagai fokus utama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla," kata Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel di Pontianak, Senin.

Dia menjelaskan, ratusan titik panastersebut teridentifikasi berdasarkan patroli udara yang dilakukan pada Minggu (25/8). "Ratusanhotspotini terdeteksi melalui operasi udara yang dilakukan oleh Satgas Penanganan Bencana Asap di berbagai wilayah Kalbar," tuturnya.

Selain Kabupaten Bengkayang yang mencatatkan 95 titik panas, Kabupaten Landak menyusul dengan 43 titik panas. Sementara itu, Kabupaten Melawi dan Kayong Utara masing-masing terdeteksi 2 dan 1 titik panas.

Mayoritas titik panas itu berada di area tanah mineral yang dicurigai sedang dikelola oleh warga untuk kegiatan pertanian dan perkebunan.

"Sebaran titik panasini sebagian besar ditemukan di tanah mineral yang terindikasi digunakan untuk pengelolaan lahan pertanian dan perkebunan oleh warga," kata Daniel.

Dalam menindaklanjuti temuan ini, BPBD Kalbar bersama Satgas udara menetapkan kebijakan khusus terkait penanganan titik panas di area tanah mineral. Jika titik panas ditemukan di lahan yang diindikasikan dikelola oleh warga, seperti adanya pondok atau tanda aktivitas manusia lainnya, Satgas tidak akan melakukan water bombing.

Langkah ini diambil untuk mencegah kerugian yang mungkin dialami oleh warga setempat. Namun, jika titik panas terdeteksi di area lahan gambut, yang memiliki risiko kebakaran lebih tinggi dan sulit dikendalikan, water bombing akan segera dilakukan.

Selain itu, Satgas udara juga menemukan beberapa titik panas di area perkebunan, termasuk yang berada di dalam konsesi perusahaan. Untuk kasus ini, BPBD Kalbar akan berkoordinasi dengan Dinas Perkebunan Kalbar guna memastikan perusahaan yang bertanggung jawab atas area tersebut melakukan tindakan pemadaman sesuai dengan kewajiban mereka.

"Jika titik panas ditemukan di area konsesi perkebunan, tanggung jawab pemadaman berada pada pihak perusahaan. Kami akan memastikan mereka menjalankan kewajiban tersebut," kata dia.

Upaya pemantauan dan penanganan yang dilakukan oleh BPBD Kalbar dan Satgas udara ini diharapkan dapat mencegah terjadinya kebakaran besar yang dapat merugikan masyarakat dan lingkungan.

Dengan koordinasi yang solid antara BPBD, Satgas, dan instansi terkait lainnya, serta dengan melibatkan perusahaan dan masyarakat, Kalbar berupaya meminimalisir dampak buruk dari karhutla dan menjaga stabilitas lingkungan di wilayah tersebut.

BPBD Kalbar mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan setiap indikasi kebakaran hutan dan lahan kepada pihak berwenang agar dapat segera ditindaklanjuti.

"Dukungan dan kerja sama dari semua pihak menjadi kunci dalam menjaga Kalbar dari ancaman kebakaran hutan dan lahan yang berulang setiap tahunnya," kata Daniel.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Bukan Sekadar Besaran Gaji, Pekerja Indonesia Cari Rasa Dihargai di Tempat Kerja

Virtus Technology Indonesia Resmi Jadi Master Distributor DJI Enterprise di Indonesia

Produk Bernilai Tambah Tinggi Asal Cilegon Tembus Kanada, Kemendag: Bukti Industri RI Makin Kuat

Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah

Info Loker! Job Fair Pemkab Magelang 2026 Tersedia 3.717 Lowongan

Shin Ye Eun Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Kehangatan Hunian Pintar Berbasis K-Wellness

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Babak Gugur Piala Dunia 2026 Mulai Terbentuk, Enam Negara Amankan Tiket 32 Besar, Empat Tersingkir

Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Ini Deretan Pemain yang Memperebutkan dari Messi, Mbappe, hingga Haaland, Siapa yang Layak?

Tiga Pejabat Tinggi Pratama Setjen MPR RI Dilantik, Siti Fauziah Tekankan Penguatan Kolaborasi dan Peningkatan Kinerja Lembaga

Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS

DFSK E5 Plus Resmi Buka Pre-Booking di Indonesia, Konsumen Berpeluang Dapat Benefit Rp60 Juta.

Info Lowongan kerja! Ayo Walk in Interview ke GOR Tanjung Duren Jakbar, Buka 4.262 Lowongan

Pertama di Indonesia, Whitesky Group dan SkyDrive Hadirkan Mockup eVTOL 1:1

1.151 KM Jalan Daerah Dilebarkan dari 3 Jadi 8 Meter, Dana Rp5,41 T Digelontorkan

Iming-iming Gaji Tinggi! Wamen P2MI dan Australia Bahas Ancaman Penipuan Pekerja Migran

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.