Indonesia Targetkan Satu Emas Paralimpiade Paris 2024

Minggu, 25 Agu 2024, 21:02 WIB

JAKARTA - Indonesia menargetkan meraih satu medali emas, dua perak dan tiga perunggu dari 35 atlet yang dikirim ke Paralimpiade Paris 2024, 28 Agustus-8 September. Target tersebut menurun dibandingkan perolehan di Tokyo 2020 lalu. Saat itu Indonesia finis di posisi 43 besar dengan membawa pulang dua emas, tiga perak, dan empat perunggu.

Hal tersebut diungkap Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Reda Manthovani. Dari 22 cabang olahraga yang dipertandingkan, atlet-atlet disabilitas Indonesia akan berkompetisi di 10 cabang olahraga.

Ket. Foto: paralimpik — Sumber: istimewa

"Meskipun secara jumlah kelolosan atlet, dibandingkan Tokyo meningkat, dari 23 atlet menjadi 35 atlet, tetapi ini target realistis kami. Ini berdasarkan perhitungan kekuatan di atas kertas. Kami meyakini target ini dapat tercapai dengan upaya persiapan yang matang dan serius yang telah dilakukan oleh para atlet dan seluruh pihak terkait," ujar Reda.

Emas diharapkan bisa diraih dari cabang para bulutangkis. Indonesia memiliki sedikitnya tiga wakil yang saat ini menempati peringkat teratas ranking dunia para badminton. Sementara untuk para atletik, para renang, para angkat besi bisa menghasilkan perak perunggu. Bocia dan para panahan juga diharapkan memberikan kejutan.

Adaptasi dengan perubahan cuaca menjadi tantangan terbesar. Karena berbeda dengan saat pelaksanaan Olimpiade Paris 2024 Juli lalu saat Paris menempati puncak panas, Agustus-September cuaca di sana sudah mulai memasuki musim dingin.

Sementara itu empat hari sebelum dimulai, api Paralimpiade dinyalakan,Sabtu waktu setempat di dekat rumah sakit di Inggris tempat ide untuk kompetisi ini lahir.

Atlet Paralimpiade Inggris, Gregor Ewan dan Helen Raynsford, berjuang melawan hujan deras untuk menyalakan api.

"Merupakan kehormatan besar untuk dapat ambil bagian dalam acara ini," ujar Raynsford, juara Paralimpiade pertama dalam olahraga dayung ketika ajang ini memulai debutnya di Beijing tahun 2008.

Gerakan Paralimpiade dimulai tahun 1948, ketika ahli saraf Jerman, Ludwig Guttmann, mengorganisir ajang olahraga untuk veteran perang yang terluka di Rumah Sakit Stoke Mandeville, barat laut London.

Api dinyalakan di sebuah stadion tidak jauh dari rumah sakit tempat Guttmann bekerja. Ini adalah pertama kalinya sejak 2012 dan Olimpiade London api Paralimpiade dinyalakan di Stoke Mandeville.

Api akan melewati Terowongan Channel hari Minggu, dengan 24 pembawa obor asal Inggris membawanya setengah jalan, sebelum menyerahkannya kepada 24 pembawa obor asal Prancis, yang akan membawanya ke Calais.

Kemudian 12 obor akan melakukan perjalanan melintasi Prancis dari hari Minggu hingga Rabu. Api tersebut kemudian akan mencapai Paris dan kuali Olimpiade, yang terletak di Taman Tuileries.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.