Bahan Kimia pada Kosmetik Picu Risiko Hipertensi saat Hamil
Minggu, 25 Agu 2024, 14:05 WIBSebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Health Perspectives menemukan bahwa fenol dan paraben, dua kelas bahan kimia yang umum ditemukan di banyak produk perawatan pribadi, dapat meningkatkan risiko hipertensi selama kehamilan. Hasil studi menyebut kedua bahan tersebut dapat meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi sebesar 57%, dan risikonya sangat tinggi antara usia kehamilan 24 dan 28 minggu.
Temuan ini didasarkan pada data kesehatan lebih dari 1.000 wanita hamil di Puerto Rico bagian utara. Untuk memperkirakan kadar 12 fenol dan paraben, para peneliti melakukan tes urin pada setiap peserta. Mereka juga memperkirakan tekanan darah sistolik dan diastolik mereka pada dua titik waktu, antara 16-20 minggu dan 24-28 minggu kehamilan.
"Secara keseluruhan, kami menemukan bahwa paparan fenol dan paraben selama kehamilan dikaitkan dengan perbedaan tekanan darah ibu dan, lebih jauh lagi, paparan bahan kimia ini, baik secara terpisah maupun bersamaan, meningkatkan risiko hipertensi selama kehamilan, terutama di akhir kehamilan," para peneliti menyimpulkan, dikutip dari Medical Daily, Rabu (21/8).
Temuan ini mengkhawatirkan, karena hipertensi selama kehamilan membuat ibu hamil dan janin berisiko. Selain terkait dengan berkurangnya aliran darah ke plasenta, yang berpotensi menyebabkan pertumbuhan yang terbatas, berat badan lahir rendah, dan kelahiran prematur pada janin, hal ini juga meningkatkan risiko preeklamsia dan stroke pada ibu hamil.
"Kami menemukan bahan kimia dalam sabun sehari-hari, lotion, makeup, tabir surya dan produk perawatan pribadi lainnya serta produk konsumen (yang) meningkatkan risiko hipertensi," tutur peneliti utama studi Julia Varshavsky.
"Dengan wanita menggunakan rata-rata 12 produk perawatan pribadi setiap hari, temuan ini sangat memprihatinkan. Dan fakta bahwa hal ini dapat meningkatkan risiko hipertensi selama kehamilan adalah penting, karena hal ini akan mempengaruhi kesehatan seumur hidup ibu dan anak," tambah Varshavsky.
Para peneliti percaya bahwa peningkatan tekanan darah dapat dikaitkan dengan peningkatan peradangan dan stres oksidatif yang disebabkan oleh bahan kimia ini. Selain itu, bahan kimia tersebut dapat mengganggu hormon dalam tubuh, yang juga terlibat dalam mengatur tekanan darah.
Berdasarkan temuan mereka, para peneliti merekomendasikan agar para wanita hamil berhati-hati dengan produk perawatan pribadi mereka dan memastikan mereka menggunakan produk yang berlabel bebas paraben. Sekitar 80% produk perawatan pribadi menggunakan paraben.
"Hal yang baik tentang fenol dan paraben adalah bahan kimia ini memiliki waktu paruh biologis yang pendek, yang pada dasarnya berarti kita memetabolisme mereka dengan relatif cepat. Jadi, jika kita mengurangi paparannya, kadarnya dalam tubuh kita akan menurun dengan cepat," pungkas Varshavsky.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi
Berita Terkait:
-
Trump Luncurkan 'Pasukan Intelijen Super', Ini Tugasnya!
-
Princess Syahrini Bikin Geger! Akan Turun Gunung Guncang Panggung Pestapora 2026, Catat Jadwalnya!
-
Influencer Korea Meninggal Saat Lari Marathon, Bagaimana Bisa Terjadi?
-
Wamen Veronica Tan Ajak Kolaborasi Kembangkan Kebun Pangan Perempuan
-
Pertamina Patra Niaga Papua Terus Pastikan Ketersediaan Biosolar di SPBU
-
Terbawa Arus Hingga 150 Mil, Basarnas Kerahkan Kapal Khusus Sisir Pantai Kalteng Temukan Korban KM Virgo
-
Saran dari Ahli Gizi! Bikin Smoothie Kiwi Jika Anda Mengalami Sembelit, Ini Alasannya!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.