Konjen AS Bertemu Gubernur Sulteng Jajaki Peluang Kerja Sama

Kamis, 22 Agu 2024, 00:17 WIB

Palu - Kepala Bidang Politik dan Ekonomi Konsulat Jenderal Amerika Serikat (Konjen AS) John McDaniel bertemu dengan Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura, untuk menjajaki peluang kerja sama antara kedua negara dalam pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tengah.

"Sektor pertanian, peternakan, dan perikanan akan menjadi fokus utama ke depan, agar Sulawesi Tengah tidak hanya bergantung pada hasil tambang," kata Rusdy di Kantor Gubernur Sulteng, Kota Palu, Rabu.

Dia memaparkan Sulteng merupakan wilayah yang kaya akan potensi alam, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan, hingga pariwisata dan pertambangan. Namun, ke depan, Gubernur berkomitmen untuk memprioritaskan pengembangan sektor non-tambang, yang menurutnya lebih berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

"Beberapa program unggulan seperti inseminasi buatan pada ternak sapi, budidaya kelapa hibrida, dan peningkatan produksi durian untuk ekspor ke Tiongkok telah mulai digalakkan melalui perangkat daerah yang berwenang," ungkapnya.

Lanjut dia, Sulteng juga memiliki kekayaan sejarah dan budaya, seperti peninggalan megalitikum di lembah Bada, Besoa, dan Napu yang sedang diusulkan menjadi situs warisan dunia UNESCO. Jejak Islam tertua di Nusantara pada abad ke 8 juga dapat ditemukan di Kabupaten Banggai Kepulauan, serta hasil penelitian Alfred Wallace di Pulau Walea yang berkontribusi pada teori evolusi Darwin.

"Saya berharap Pemerintah AS bisa membantu mempromosikan potensi pariwisata dan budaya Sulteng ke dunia internasional," harapnya.

Menanggapi hal tersebut, John McDaniel mengaku terkesan dengan potensi yang dimiliki Sulawesi Tengah dan menyatakan ketertarikannya untuk bekerja sama. Ia menegaskan bahwa Pemerintah AS siap berkontribusi dalam isu-isu pembangunan berkelanjutan, termasuk menekan prevalensi stunting dan meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal di Morowali.

Selain itu, McDaniel juga menawarkan program perlindungan lingkungan untuk melestarikan keanekaragaman hayati Sulawesi Tengah, yang menjadi habitat flora dan fauna endemik Sulawesi.

"Kami ingin memastikan masyarakat Sulawesi Tengah dapat menikmati hidup yang lebih baik," katanya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.