Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antisipasi Penyakit Menular, Bandara Pattimura Sosialisasi Pencegahan Bahaya Cacar Monyet

📅 Kamis, 22 Agu 2024, 19:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Penyakit Menular, Bandara Pattimura Sosialisasi Pencegahan Bahaya Cacar Monyet Doc: ANTARANTARA/ HO- Humas Angkasa Pura Bandara Pattim
Ket. Bandara Pattimura bersama Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas I Ambon melakukan sosialisasi peningkatan dan pencegahan wabah Monkeypox atau cacar monyet di lingkungan bandara Pattimura Ambon, Maluku, Kamis (22/8/2024).

Ambon - Bandara Pattimura bersama Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas I Ambon melakukan sosialisasi peningkatan dan pencegahan wabah Monkeypox atau cacar monyet di wilayah Provinsi Maluku.

Kegiatan sosialisasi kepada seluruh komunitas bandar udara yang berinteraksi langsung dengan penumpang dan pengguna jasa sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan dini, kata General Manajer Bandara Pattimura Ambon Shively Sanssouci, di Ambon, Kamis.

"Kami juga melakukan pemasangan banner berisi informasi wabah cacar monyet di berbagai lokasi strategis seperti pintu masuk cek in, ruang tunggu, dan area kedatangan, " katanya.

Ia mengatakan di ruang tunggu keberangkatan juga diputar video informatif terkait cacar monyet untuk memberikan edukasi kepada penumpang.

Tidak hanya itu,thermal scannerjuga telah dipasang di ruang kedatangan oleh Balai Karantina Kesehatan Kelas I Ambon untuk mendeteksi suhu tubuh penumpang sebagai langkah awal pencegahan.

Kegiatan sosialisasi diikuti pegawai PT Angkasa Pura I Bandara Pattimura Ambon, perwakilan maskapai penerbangan, perwakilan InJourney Airport Service, serta perwakilan dari anak perusahaan.

Ia menyatakan kegiatan sosialisasi sangat penting bagi seluruh komunitas Bandara Pattimura Ambon, untuk dapat mengenali gejala-gejala dan melakukan pencegahan dini.

Diharapkan setelah mendapatkan penjelasan yang baik dari Tim BKK Kelas I Ambon, seluruh pegawai lebih memahami dan tidak menjadikan situasi ini sebagai sumber kepanikan, tetapi justru meningkatkan kewaspadaan bersama.

"Melalui sosialisasi dan kegiatan pencegahan, kami berkomitmen untuk terus mengawal dan memastikan keselamatan serta kesehatan seluruh komunitas bandara dan para penumpang dari ancaman penyebaran virus cacar monyet, " ujarnya.

Sementara itu perwakilan Balai Karantina Kesehatan Kelas I Ambon, Rohmah Saleh menjelaskan virus cacar monyet memiliki masa inkubasi antara 1 hingga 14 hari sebelum menimbulkan gejala.

Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan virus dari hewan yang terinfeksi, orang yang terinfeksi, atau bahan yang terkontaminasi virus. Penyebaran virus dari hewan ke manusia dapat terjadi melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi.

Hingga 30 Juni 2024, tercatat sebanyak 99.188 kasus konfirmasi Mpox di seluruh dunia dengan 208 kematian (CFR: 0,21 persen), dengan total kasus yang dilaporkan di Indonesia sebanyak 88 kasus konfirmasi, tersebar di beberapa provinsi seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Riau, dan DIY.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.