Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ukrania Sebut 30 Warga Sipil Tewas Akibat Serangan Bom Udara Rusia di Kramatorsk

30 Jumat, 09 Okt 2026, 02:20 WIB | Oleh:
Ukrania Sebut 30 Warga Sipil Tewas Akibat Serangan Bom Udara Rusia di Kramatorsk Ukrania Sebut 30 Warga Sipil Tewas Akibat Serangan Bom Udara Rusia di Kramatorsk Doc: ANTARA/Xinhua/Peter Druk
Ket. Arsip - Seorang petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api di sebuah pusat perbelanjaan di Kiev, Ukraina, Minggu (24/5/2026).

ISTANBUL - Pemerintah Ukraina pada Kamis menyebut sekurangnya 30 orang tewas akibat serangan Rusia terhadap sebuah bus penumpang di Kota Kramatorsk, Ukraina timur.

Dalam pernyataannya di media sosial Telegram, Gubernur Donetsk Vadym Filashkin mengatakan serangan Rusia menghantam sebuah bus penumpang di Ukraina timur.

Awalnya, Filashkin menyebut jumlah korban terdiri dari 12 orang tewas dan 14 lainnya terluka. Namun, ia kemudian mengonfirmasi jumlah korban tewas mencapai 30 orang dengan korban luka 18 orang, serta menuding Rusia "sengaja mengincar rakyat sipil".

"Mengingat situasi keamanan yang memburuk secara drastis, saya telah memerintahkan otoritas militer di kota Kramatorsk dan Sloviansk untuk menangguhkan operasional transportasi umum," kata dia.

Laporan dari Kramatorsk tersebut muncul setelah informasi terbaru menyebut korban tewas serangan rudal Rusia ke Kota Pryluky di Chernihiv utara pada Rabu (7/10) meningkat jadi 22 orang.

Gubernur Chernihiv Vyacheslav Chaus berkata korban tewas tersebut mencakup lima anak-anak, sementara 50 orang lainnya terluka dalam serangan tersebut. Ia menyebut serangan Rusia pada sore di hari yang sama menghantam ibu kota provinsi itu.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut operasi penyelamatan para korban serangan di Pryluky telah rampung.

"Bahkan setelah serangan sebrutal itu, Rusia masih terus menyerang wilayah kami. Pagi ini, Rusia menghantam halte transportasi umum di Kramatorsk dengan bom udara ... Serangan Rusia seluruhnya mengakibatkan kerusakan di 10 wilayah," kata Zelenskyy melalui media sosial X.

Ia menyerukan mitra Ukraina untuk segera memasok alutsista pertahanan baru bagi negaranya, mengingat pasokan perangkat anti-rudal balistik, amunisi, dan rudal pencegat "secara langsung menyelamatkan banyak nyawa setiap harinya".

Di samping itu, Angkatan Udara Ukraina menyebut sistem pertahanan udaranya berhasil merontokkan 126 dari 142 drone serbu yang diluncurkan Rusia. Moskow masih belum menanggapi klaim dari Kiev ini.

Terpisah, Wali Kota Moskow Vitali Klitschko menyebut tiga orang tewas dan 14 lainnya terluka, dengan 8 di antaranya harus dirawat di rumah sakit, karena serangan Rusia.

Saling serang antara Moskow dan Kiev semakin meningkat dalam beberapa bulan terakhir, dengan serangan diarahkan ke pusat logistik, pelabuhan, dan infrastruktur energi.

Meski demikian, mereka membantah secara sengaja menyerang infrastruktur sipil dengan berdalih bahwa serangan diarahkan ke sasaran militer atau fasilitas terkait kegiatan militer.

Sumber: Anadolu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
Ekonomi
Panen Raya di Aceh Tamiang,...
Advertisement
KPK Ungkap Negara Rugi Triliunan Rupiah akibat Kasus Cukai PT Djarum

KPK Ungkap Negara Rugi Triliunan Rupiah akibat Kasus Cukai PT Djarum

30 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.