Sebanyak 300 Orang Utan Tunggu pelepasliaran

Rabu, 21 Agu 2024, 17:25 WIB

PALANGKA RAYA - Ketua Pengurus Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Jamartin Sihite mengatakan 300 lebih orang utan yang saat ini sedangdalam masa perawatan menunggu pelepasliaran.

"Saat ini, lebih dari 300 orang utan masih menunggu untuk dilepasliarkan, dan upaya ini memerlukan kerja sama yang erat dari semua pihak," katanyasaat dikonfirmasi dari Palangka Raya, Rabu.

Dalam melaksanakan upaya konservasi, BOS selalu bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), baik di Kalimantan Timur maupun Kalimantan Tengah.

"Orang utan yang diselamatkan mendapatkan perawatan intensif dan belajar keterampilan dasar yang sangat penting untuk pemulihan dari trauma," katanya.

Proses rehabilitasi diawali di Sekolah Hutan, tempat mereka belajar memanjat, mencari makan, dan berinteraksi dengan sesama orang utan, serta mempersiapkan diri untuk dapat hidup mandiri di alam liar.

Para individu orang utan Kalimantan yang dalam perawatan tersebut, sebagian hasil penyelamatan dampak konflik satwa dengan manusia. Usia satwa ini ada yang belia hingga dewasa.

Perawatan yang dilakukan, seperti mengajarkan individu orang utan untuk hidup di alam liar. Sebagian yang tidak memungkinkan untuk kembali ke alam akan hidup di penangkaran dengan aktivitas secara berkala dan berkelanjutandipantau untuk memastikan orang utan tersebut dalam kondisi sehat.

"Sejak didirikan tahun 1991, Yayasan BOS telah ada 533 individu orang utan yang dilepasliarkan," kata Jamartin saat dikonfirmasi terkait dengan Hari Orangutan 2024.

Dia menerangkan wilayah pelepasliaran orang utanmeliputi Hutan Lindung Bukit Batikap, Kalimantan Tengah dengan luas 35,000 hektare, Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya Kalimantan Tengah seluar 27,472 hektare, dan Hutan Konsesi Restorasi Ekosistem Kehje Sewen,Kalimantan Timur seluas 86,593 hektare.

Dia mengatakan Hari Orangutanmomen tepat untuk merenungkan perjalanan konservasi orang utan yang secara bersama-sama dikerjakan dan diperjuangkan. Setiap orang utan yang berhasil kembali ke habitat sebagai hasil kerja keras dan dedikasi semua pihak.

"Mari kita teruskan komitmen bersama untuk masa depan yang lebih baik bagi orang utan dan hutan tempat mereka hidup," katanya.

Dia mengatakan upaya konservasi tanggung jawab bersama yang hanya dapat terwujud melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), sektor swasta, dan masyarakat umum.

"Dengan kerja sama yang solid, kita dapat melindungi dan melestarikan hutan serta spesies yang ada di dalamnya," kata Jamartin.

Dia mengajak semua pihak terus berpartisipasi dan memberikan dukungan demi keberlangsungan hidup orang utan.

Kepala BKSDA Kalteng Persada Agussetia Sitepu mengatakan bahwa bermitra dengan organisasi nonpemerintah, seperti BOS, salah satu upaya mengoptimalkan program konservasi.

"Dalam rangka konservasi dan mencegah konflik antara manusia dan orang utan, diperlukan pendekatan yang holistik yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, organisasi non-pemerintah, perusahaan, dan masyarakat lokal," katanya. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Opik

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.