Korsel akan Luncurkan Tender Angin Lepas Pantai 7-8 GW

Minggu, 18 Agu 2024, 15:06 WIB

Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi Korea Selatan (MOTIE) mengumumkan Peta Jalan Penawaran Kompetitif Tenaga Angin Lepas Pantai untuk mendorong investasi di sektor tenaga angin lepas pantai. Peta Jalan baru itu diresmikan oleh Wakil Menteri Perdagangan, Industri dan Energi Namho Choe pada 8 Agustus di Seoul dalam konferensi yang diselenggarakan MOTIE dengan perusahaan-perusahaan pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai.

Dilansir dari Renewables Now, rencana tersebut melibatkan pemindahan waktu penawaran kompetitif untuk proyek-proyek tenaga angin dari kuartal keempat ke kuartal kedua setiap tahun, dengan pemberitahuan tender tambahan yang akan dikeluarkan pada kuartal keempat jika diperlukan. Dari paruh kedua tahun 2024 hingga paruh pertama tahun 2026, Pemerintah akan meluncurkan tender tenaga angin lepas pantai untuk kapasitas sekitar 7 GW hingga 8 GW.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Pemerintah Korea Selatan akan mengadopsi proses dua tahap untuk mengevaluasi penawaran. Putaran pertama akan menilai atribut non-harga dan putaran kedua akan didasarkan pada persaingan harga. Nilai dari putaran pertama dan kedua akan dijumlahkan untuk memilih pemenang. Pemerintah juga berencana untuk meningkatkan skor yang diberikan untuk kriteria non-harga dari 40 saat ini menjadi 50 dan memperkenalkan kriteria evaluasi tambahan seperti pemeliharaan, keamanan dan pekerjaan umum.

Kementerian juga mengatakan bahwa mulai tahun ini, pasar penawaran untuk proyek-proyek turbin angin terapung akan dibuat sebagai tambahan dari pasar yang sudah ada untuk proyek-proyek fixed-bottom.

Wakil Menteri Choe berharap bahwa dengan membantu menghadirkan jumlah penawaran yang stabil sejak awal, peta jalan ini akan mempercepat investasi skala besar dalam tenaga angin lepas pantai, yang mengarah pada penciptaan lapangan kerja dan pengembangan infrastruktur terkait seperti pelabuhan dan kapal.

Pengumuman tersebut mengatakan bahwa dengan instalasi tenaga angin domestik yang diperkirakan akan mencapai 18,3 GW pada tahun 2030 di bawah rancangan Rencana Dasar ke-11 tentang Pasokan dan Permintaan Listrik, penawaran kompetitif tenaga angin lepas pantai berskala besar akan dibutuhkan.

MOTIE lebih lanjut mengatakan bahwa mereka berencana untuk merilis tender tenaga angin di bulan Oktober, yang akan didahului dengan pengarahan tender di bulan September.

Korea Selatan memiliki sumber daya angin lepas pantai yang sangat besar dan telah menarik minat yang tinggi dari para pengembang angin lepas pantai. Beberapa proyek angin lepas pantai yang sudah dalam tahap pengembangan di Korea Selatan telah mencapai tonggak penting dengan menerima Izin Usaha Ketenagalistrikan (EBL) dan menyelesaikan konsultasi analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan MOTIE.

Proyek-proyek tersebut termasuk proyek angin terapung Haewoori 1,5 GW di lepas pantai Ulsan, yang dimiliki oleh Copenhagen Infrastructure Partners (CIP) dan dikembangkan oleh Copenhagen Offshore Partners (COP), pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai Seohae 495 MW milik RWE, pembangkit listrik tenaga angin terapung Firefly/Bandibuli 800 MW milik Equinor, dan proyek angin terapung Paus Abu-Abu 1,5 GW yang dikembangkan bersama oleh TotalEnergy, Corio Generation, dan SK Ecoplant, dan lain-lain.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.