Memanas, Aktivis Bangladesh Halangi Pendukung Hasina Kenang Mujibur Rahman

Jumat, 16 Agu 2024, 04:34 WIB

Moskow - Aktivis mahasiswa di Bangladesh menghalangi upaya pendukung pemerintah terguling mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina memperingati Hari Berkabung Nasional mengenang pembunuhan pendiri dan presiden pertama Bangladesh, ayah Hasina, Bangabandhu Sheikh Mujibur Rahman.

Menurut surat kabar The Daily Star, pada Kamis pagi, mahasiswa yang bersenjatakan tongkat, dengan dukungan detasemen militer, berkumpul di ibu kota Bangladesh, Dhaka.

Mereka berkumpul di sekitar kediaman Rahman dan sebagian besar keluarganya yang dibunuh pada 15 Agustus 1975.

Mereka berkumpul untuk mencegah pendukung partai Liga Awami yang sebelumnya berkuasa, yang mengorganisir pawai di kota itu untuk mengenang ayah Hasina itu, memasuki tempat tersebut, kata laporan surat kabar tersebut.

Banyak penduduk ibu kota Bangladesh itu bergabung dengan mahasiswa. Mereka memeriksa dokumen pejalan kaki di jalan-jalan sekitar kediaman Rahman untuk memastikan apakah mereka pendukung Liga Awami.

Surat kabar itu melaporkan bahwa mahasiswa telah menahan beberapa orang dan menyerahkannya kepada militer.

Sejumlah orang yang diduga simpatisan pemerintah Hasina sebelumnya dihentikan dan dipukuli dalam perjalanan menuju kediaman, tambah surat kabar itu.

Hari Berkabung Nasional untuk Rahman diperkenalkan oleh pemerintahan Hasina pertama kali pada 1996.

Setelah oposisi memenangkan pemilu dan mengganti pemerintahan pada 2001, hari tersebut dihapuskan oleh pihak berwenang baru dan diperkenalkan kembali pada 2008 oleh pemerintah sementara.

Hari tersebut tetap menjadi hari libur nasional selama pemerintahan Hasina dari 2009 hingga 2024.

Hari Berkabung Nasional saat ini dibatalkan oleh pemerintah sementara Bangladesh pimpinan Muhammad Yunus. Pemenang hadiah Nobel itu naik ke tampuk kekuasaan setelah pemerintahan Hasina tumbang.

Pemerintahan Hasina digulingkan sebagai hasil protes dan kerusuhan mahasiswa yang terjadi pada 1-5 Agustus.

Hasina meninggalkan negara tersebut dan pada 6 Agustus mengajukan suaka politik di Inggris.

Pada 8 Agustus, pemerintah sementara diambil sumpahnya di Bangladesh.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.