Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lapas Meulaboh Terus Berupaya Cari Tahanan Titipan yang Melarikan Diri

📅 Jumat, 16 Agu 2024, 00:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lapas Meulaboh Terus Berupaya Cari Tahanan Titipan yang Melarikan Diri Doc: ANTARA/Teuku Dedi Iskandar
Ket. ANTARA/Teuku Dedi Iskandar

Meulaboh - Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, hingga kini masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap Fendi Marzukiandi, seorang tahanan titipan dalam kasus tindak pidana pencurian, setelah sebelumnya melarikan diri dari lapassetempat pada Kamis (8/8) pekan lalu.

"Masih terus dilakukan pencarian (terhadap tahanan)," kata Kepala Seksi Pembinaan dan Pendidikan Lapas Kelas II B Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Diasta Krismayadidi Meulaboh, Kamis.

Menurut dia, kaburnya Fendi Marzukiandi dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Meulaboh, saat ini masih menjadi fokus lapastersebut guna melakukan pencarian terhadap pelaku.

Sebelumnya Fendidiketahui melarikan diri, setelah petugas keamanan lapas tersebut menghitung jumlah tahanan dan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Meulaboh, dari sebelumnya berjumlah sebanyak 605 dan diketahui kurang satu orang menjadi 604 orang.

Tahanan titipan dari Nagan Raya, Aceh tersebut melarikan diri pada Kamis (8/8/2024) malam sekira pukul 19.27 WIB, setelah petugas melakukan pengecekan melalui kamera pengawas (CCTV).

Dalam rekaman kamera pengawas CCTV terlihat tahanan Fendi memanjat dinding area belakang, dan menjebol kawat berduri di bagian belakang lapas setempat.

Diasta mengatakan sejauh ini pihaknya belum mengetahui keberadaan pelaku, dan masih terus dilakukan upaya pencarian terhadap yang bersangkutan.

Ia menyebutkan tahanan tersebut melarikan diri seorang diri, dan sejauh ini belum diketahui adanya keterlibatan orang lain.

"Sejauh ini murni tunggal, tidak ada keterlibatan tahanan lain," katanya.

Penjagaan tahanan dan narapidana di Lapas Kelas II B Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, saat ini berjumlah sebanyak lima orang. Sedangkan jumlah tahanan dan warga binaan di lapas tersebut saat ini berjumlah mencapai 608 orang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.