Peluang Melemah Terbuka
Rabu, 14 Agu 2024, 06:10 WIBJAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dollar AS berpotensi terfluktuasi tengah pekan ini. Pergerakan rupiah bakal dipengaruhi sentimen data inflasi di Amerika Serikat (AS).
Pengamat Komoditas dan Mata Uang, Lukman Leong melihat fokus pelaku pasar tertuju pada data inflasi produsen AS tadi malam.
Apabila data tersebut tak sesuai ekspektasi alias naik, maka dollar AS berpotensi menguat terhadap mata uang lainnya, termasuk rupiah. Karenanya, Lukman memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (14/8), bergerak di kisaran 15.800-15.900 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan, Selasa (13/8) sore, ditutup menguat 122 poin atau 0,77 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.833 rupiah per dollar AS.
"Saat ini investor masih menunggu data indeks harga produsen dan indeks harga konsumen AS," kata analis ICDX Taufan Dimas Hareva di Jakarta.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Pullman Jakarta Central Park Sabet Penghargaan Best Convention Hotel Asia Pasifik 2025–2026
-
Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir pada Puncak PENAS KTNA XVII di Gorontalo
-
Kolombia vs Kongo DR: Los Cafeteros Bidik Tiket 32 Besar, Leopards Incar Sejarah Baru
-
Libur Sekolah 2026: Eminence Global Rilis Paket Edukatif Seru di Puncak dan Lembang
-
Menguatkan Rupiah Hendaknya Menjadi Fokus Pertama Kerja Plt Gubernur Bank Indonesia
-
KKN di Pakal Surabaya, Universitas Wijaya Kusuma Optimalkan Potensi Lokal Berbasis Pertanian, Peternakan, dan UMKM
-
Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Wagub Pastikan Penanganan Warga Terdampak Berjalan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.