Wujudkan Perkebunan Berkelanjutan, Urgensi Hukum Diperlukan dalam FPKMS untuk Petani
Selasa, 13 Agu 2024, 08:50 WIBJAKARTA - Demi mewujudkan perkebunan berkelanjutan urgensi hukum mutlak diperlukan dalam Fasilitas Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar (FPKMS) untuk petani. Ini penting sebagai solusi konflik kemitraan usaha perkebunan.
Hal itu dipaparkan Ketua Umum Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Sabarudin dalam workshop bertajuk "Konferensi Hukum Kemitraan Usaha Perkebunan dan FPKMS dalam Rangka Keadilan Untuk Petani dan Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan" di Jakarta, Senin (12/8). SPKS menggandeng Sawit Watch dan Indonesia Human Rights Commite for Social Justice (IHCS) untuk menggelar acara ini.
"Perubahan norma hukum FPKMS dan pengaturan yang berbeda di bidang perkebunan dan pertanahan maupun di bidang kehutanan menimbulkan permasalahan baru tentang kepastian hukum dan keadilan dalam penerapan FPKMS. Akibatnya, tuntutan masyarakat terhadap realisasi pembangunan 20% tidak mencapai solusi yang jelas, di tengah konflik yang terus merebak di berbagai wilayah," ujar Sabarudin.
Di sisi lain, SPKS juga menyinggung akibat dari penerapan kemitraan yang tidak adil dalam pelaksanaan FPKMS atau hubungan kemitraan lainnya.
Sabarudin berharap dengan adanya workshop tersebut, bisa ditemukan solusi atas permasalahan hukum serta penerapan FPKMS dan konflik kemitraan usaha perkebunan sawit yang seharusnya menjadi prioritas utama.
"Konferensi hukum ini dilaksanakan untuk merumuskan rekomendasi kebijakan berupa resolusi konflik kemitraan usaha perkebunan, panduan hukum pelaksanaan PPKMS dan inovasi hukum kemitraan usaha perkebunan dan FPKMS," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Utama Kedeputian II Kantor Staf Presiden (KSP) Usep Setiawan berharap dengan adanya kegiatan tersebut, dapat memberikan insight yang berkelanjutan dalam kolaborasi menerapkan fasilitas pembangunan perkebunan masyarakat.
"Penting bagi seluruh pemangku kepentingan yang mencakup pemerintah, kelembagaan, petani, pelaku usaha, pelaku pasar, para advokat, organisasi masyarakat sipil dan mitra pembangunan membawa solusi atas permasalahan tersebut," jelas Usep yang terus menekankan pentingnya mewujudkan sawit berkelanjutan untuk seluruh daerah.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Telkom Bukukan Pendapatan Konsolidasi Rp75,9 Triliun pada Semester I 2026
-
Mekarnya Bunga Suweg di Kranji Bekasi
-
Pesisir Pangandaran Dihantam Gempa M 5,3, Tagana Siaga Satu Sisir Pantai!
-
Setelah 1.120 Hektare Terdampak Karhutla Bromo Akhirnya Terkendali
-
Dukung Petani Lokal, Sri Lanka Kembangkan 'Drone' Pertanian
-
LAKON Indonesia Rilis Koleksi HARSA, Rayakan Keindahan Karya Tangan
-
KAI Tebar Diskon Tiket 17 Persen HUT RI, Cek Jadwal dan Cara Belinya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.