Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Deflasi Berkepanjangan Bisa Membuat Dunia Usaha Stagnasi

📅 Selasa, 13 Agu 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Deflasi Berkepanjangan Bisa Membuat Dunia Usaha Stagnasi Doc: Sumber: BPS - kj/ones

JAKARTA - Pemerintah dan masyarakat diingatkan agar tidak terburu-buru merayakan penurunan harga pangan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, khususnya dua komoditas pangan vital yaitu beras dan bawang merah yang turun signifikan.

Guru Besar Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Aloysius Gunadi Brata, di Yogyakarta, Senin (12/8), mengatakan penurunan harga tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan peningkatan produksi dalam negeri.

Laporan dari Perum Bulog menunjukkan bahwa impor beras masih akan terus berlanjut, bahkan ada potensi bahwa impor beras pada tahun 2024 akan menjadi yang terbesar sejak 1999. Hal itu menunjukkan bahwa pasokan beras dalam negeri belum cukup stabil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga pemerintah masih harus mengandalkan impor.

"Bila deflasi yang terjadi selama tiga bulan berturut-turut murni karena melimpahnya pasokan, seharusnya produksi pangan dalam negeri sudah meningkat sejak tiga bulan yang lalu. Namun, laporan yang ada menunjukkan bahwa perbaikan produksi baru terjadi belakangan ini," kata Aloysius.

Meskipun penurunan harga dapat memberikan dampak positif bagi konsumen, fenomena deflasi yang berkepanjangan bisa menjadi sinyal bahaya bagi perekonomian. Deflasi yang terjadi selama tiga bulan berturut-turut, menurutnya, perlu diwaspadai dengan cermat.

"Ekonomi yang bergerak tentu menghasilkan panas atau inflasi. Inflasi dalam level tertentu dibutuhkan oleh dunia usaha," tegas Aloysius.

Dengan inflasi yang terkendali merupakan pertanda bahwa perekonomian berjalan dengan baik, karena permintaan yang kuat dari konsumen serta kemampuan dunia usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Sebab itu, penting berhati-hati dalam menilai situasi deflasi yang berkepanjangan. Tanpa adanya inflasi yang sehat, dunia usaha bisa mengalami stagnasi, yang pada gilirannya akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Pesan tersebut, jelasnya, penting disampaikan di tengah masyarakat agar tidak salah dalam menginterpretasikan situasi ekonomi saat ini. Kesalahan pemerintah mengirim sinyal atau pesan akan membuat dunia usaha sulit mengambil keputusan yang tepat.

Jangan Disepelekan

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, mengatakan deflasi memang berefek positif ke masyarakat dan konsumen karena bisa mendapatkan harga barang yang murah.

Namun demikian, dampak negatifnya tak bisa disepelekan seperti kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran sehingga banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan, akibatnya tingkat pengangguran meningkat.

Begitu pula dengan pendapatan bisnis atau usaha yang menurun sebab harga barang menurun. Selanjutnya, kerugian yang dialami pemilik usaha menyebabkan cicilan kredit di bank macet.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.