Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Univeritas Syiah Kuala Gandeng Ramsar Center Japan untuk Kembangkan Bank Kepiting

📅 Sabtu, 10 Agu 2024, 04:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Univeritas Syiah Kuala Gandeng Ramsar Center Japan untuk Kembangkan Bank Kepiting Doc: ANTARA/HO-Humas USK
Ket. Prof. Shimpei Iwasaki dari Ramsar Center Japan (RCJ) mempraktikan pengembangan Bank Kepiting di Gedung Evakuasi Ulee Lheu, Banda Aceh.

Banda Aceh - Universitas Syiah Kuala (USK) bekerja sama dengan Ramsar Center Japan (RCJ) mengagas pengembangan Bank Kepiting di Banda Aceh dalam upaya memulihkan ekosistem pesisir.

"Kegiatan ini bertujuan untuk memulihkan ekosistem pesisir dan meningkatkan populasi kepiting lokal yang selama ini terancam oleh perubahan lingkungan, penangkapan berlebihan, dan konversi lahan pesisir untuk kegiatan akuakultur, perumahan, serta bisnis," kata Kepala Pusat Riset Ilmu Sosial dan Budaya (PRISB) USK Dr. Alfi Rahman di Banda Aceh, Jumat (9/8).

Ia menjelaskan bencana gempa dan Tsunami Aceh pada akhir tahun 2004 mengakibatkan lebih dari 40 persen wilayah Banda Aceh terendam hingga 5 km ke daratan, sehingga ekosistem pesisir mengalami tekanan berat.

Alfi berharap, proyek Bank Kepiting dapat menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya, mendorong praktik lingkungan yang berkelanjutan, dan memperkuat ketahanan masyarakat pesisir terhadap tantangan lingkungan di masa depan.

Ia mengatakan prinsip kerja Bank Kepiting adalah mengumpulkan dan memelihara kepiting betina bertelur, yang kemudian akan dilepaskan kembali ke habitat aslinya setelah telur-telur tersebut menetas.

Menurut dia, dengan cara tersebut populasi kepiting dapat terus diperbarui dan dijaga keberlanjutan. Proses tersebut tidak hanya mendukung konservasi spesies kepiting, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir dengan memastikan pasokan kepiting yang berkelanjutan untuk pasar lokal.

Prof. Shimpei Iwasaki dari Ramsar Center Japan (RCJ) mengatakan bahwa proyek tersebut adalah salah satu kegiatan konservasi wilayah basah (wetland) yang menjadi komitmen RCJ.

"Kami ingin memastikan berbagai aktivitas di wilayah pesisir, termasuk aktivitas ekonomi, tetap memperhatikan praktik-praktik konservasi lingkungan dan keberlanjutan," kata Prof. Iwasaki.

Thakorn Kakhaikitthawat dari Kung Krabaen Bay Royal Development Study Center, Thailand, yang juga hadir dalam kegiatan mengatakan bahwa pengalaman mereka dalam mengembangkan Crab Bank di Thailand sangat sukses, salah satunya adalah keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan Bank Kepiting.

"Teknologi pengembangan Bank Kepiting ini sangat mudah, murah, dan yang paling penting adalah keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung dan menjalankan proyek ini. Ini akan sangat berdampak pada peningkatan populasi kepiting di alam," kata Thakorn.

Selain pengembangan Bank Kepiting, proyek ini juga akan melakukan aktivitas penanaman mangrove di tiga lokasi berbeda di Banda Aceh melibatkan 30 relawan. Proyek penanaman mangrove ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.