Tingkatkan Akses Pembiayaan dan Investasi bagi UKM

Kamis, 08 Agu 2024, 08:46 WIB

JAKARTA - Pemerintah mengajak sejumlah investor untuk memperkuat pembiayaan dan investasi bagi usaha kecil menengah (UKM) melalui The Business Link Up sebagai dari rangkaian program Small Medium Enterprise Expo Pembiayaan Investasi Crowdfunding (SME Epic) 2024 hasil kolaborasi dengan Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (Inotek). Fokus dan tujuan program ini adalah memberikan pendampingan bagi UKM dan startup untuk mendapatkan pembiayaan, investasi, serta buyer potensial.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi bidang UKM Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM), Temmy Satya Permana, menyatakan para pelaku UKM juga akan mendapatkan rangkaian kegiatan seperti lokakarya, evaluasi mandiri pembiayaan, pelatihan pitching, hingga business matching dengan berbagai jenis lembaga pembiayaan.

Ket. Foto: DAYA SAING MELEMAH - Pekerja mewarnai keramik setengah jadi sebelum dibakar di rumah produksi Dinikoe Ceramics, Malang, Jawa Timur, Senin (13/5). Pelaku UMKM keramik setempat mengaku kesulitan mengembangkan usaha karena tersaingi produk Tiongkok yang masuk melalui pasar digital serta kenaikan harga bahan baku penunjang. — Sumber: ANTARA/ARI BOWO SUCIPTO

"Kami berharap para security crowdfunding, modal ventura, private investor, angel investor, perbankan dan partner yang telah hadir di sini dapat membuka diskusi dan memberikan peluang UMKM naik kelas," kata Temmy dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu (7/8).

Investor dan partner tersebut, meliputi Saratoga Investama, INTRAS, UMG Idealab, Shafiq Securities Crowdfunding, Superkey Consulting Group, Toko Daging Nusantara, Bank Syariah Indonesia, Bank DKI Syariah, Bank Mandiri, Private Investor, Spil Venture, URUN RI, Kadin Indonesia, dan Bank Mega.

Temmy menekankan masalah utama UMKM dalam mengakses pembiayaan yaitu collateral, status Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang kurang baik, dan suku bunga bank. Untuk itu, dia menilai inovasi kebijakan pembiayaan untuk UMKM perlu terus diperkuat, di antaranya skema pembiayaan UMKM melalui rantai pasok sesuai amanah PP 7/2021.

Selain itu, Temmy menilai perlu penerapan innovative credit scoring (ICS) bagi UMKM untuk menjadi alternatif penilaian kelayakan kredit selain agunan. Bahkan, menurut Temmy, pihaknya akan mendorong Purchase Order (PO) Financing pada alokasi belanja pemerintah bagi UMKM melalui platform security crowdfunding.

"Perlu ada dukungan besar dari semua pihak untuk meningkatkan akses pembiayaan dan investasi bagi UKM," kata Temmy.

Pendampingan Bisnis

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan INOTEK, Ivi Anggraeni, menjelaskan program SME Epic sudah bergulir sejak Mei 2024 dengan melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap 150 UKM terpilih. Lewat program SME Epic ini, Inotek berusaha membantu para pelaku UKM membedah usahanya dan mengevaluasi kebutuhan pembiayaan yang sesuai.

The Business Link Up kali ini diikuti 26 UKM secara regional di wilayah Jawa Barat, Jabodetabek, dan Sumatera, yang bergerak pada bidang usaha komoditas kelapa, sektor industri kreatif, makanan dan minuman, fashion, dan teknologi, dengan kebutuhan investasi senilai 36 miliar rupiah. "Lembaga pembiayaan yang ikut kegiatan ini berasal dari kalangan perbankan, modal ventura, private investor, angel investor, crowdfunding, dan potential buyer," ujar Ivi.

Pada kesempatan lain, Menteri Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), Teten Masduki, menyebut aturan perpanjangan restrukturisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) tengah dalam pembahasan di lingkup Kementerian Koordinator bidang Perekonomian. Menurutnya, restrukturisasi KUR saat ini diperlukan mengingat kondisi perlambatan laju ekonomi global.

Aturan relaksasi kredit tersebut dinilai dapat membantu para pelaku usaha, khususnya UMKM agar tetap bertahan. "Ya, kita tahu ada perlambatan ekonomi dunia, dan itu pasti berdampak kepada penurunan daya beli, dan pasti UMKM omzetnya turun lah. Dan kita pemerintah sudah mencermati perkembangan itu," kata Teten di Jakarta.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.