Pakar Sebut Gelombang Dukungan Bagi Harris Hanya Sampai Konvensi

Rabu, 31 Jul 2024, 00:01 WIB

Washington - Gelombang dukungan dan liputan media arus utama saat ini akan membawa Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris ke konvensi nasional Partai Demokrat di Chicago bulan depan, tetapi tidak mungkin bertahan lebih lama dari itu, kata para analis AS kepada Sputnik. Presiden Joe Biden memilih Harris sebagai penerusnya tepat setelah mengumumkan bahwa ia menarik diri dari pencalonan Partai Demokrat untuk masa jabatan kedua di Gedung Putih.

Sejak itu, para pemimpin utama Demokrat, termasuk mantan Presiden Barack Obama dan mantan Ketua DPR Nancy Pelosi, telah bersatu untuk mendukung Harris.

Namun demikian, gelombang popularitas Harris saat ini, yang telah memberinya sedikit dorongan dalam jajak pendapat nasional, tidak akan bertahan lebih lama dari konvensi di Chicago, kata kolumnis keuangan dan mantan bankir Martin Hutchinson.

"Bulan madu" ini bisa membawanya ke konvensi - tidak lebih," kata Hutchinson. "Bulan madunya"nya itu hanya akan bertahan sesaat setelah konvensi Demokrat."

Hutchinson menunjukkan bahwa meskipun Harris memiliki pengalaman nasional sebagai wakil presiden, kebijakan dan prioritas sebenarnya, belum terpapar kepada pengawasan publik dan kesuksesan dalam ajang pilpres, juga akan bergantung pada siapa yang ia pilih sebagai pasangan wakil presidennya.

"Yang perlu diperhatikan adalah apakah dia memilih wakil presiden yang bijaksana. (Gubernur Pennsylvania Josh) Shapiro, (Gubernur Kansas Laura) Kelly, atau (Gubernur Carolina Utara Roy) Cooper adalah pilihan terbaiknya, tetapi Financial Times ingin dia memilih (Menteri Transportasi Pete) Buttigieg, yang akan memperkuat pandangan negatif semua orang tentang dirinya," kata Hutchinson.

Meskipun Harris terampil dalam berdebat, yang secara langsung mungkin membuatnya menjadi lawan tangguh bagi calon dari Partai Republik dan mantan Presiden Donald Trump, daya tariknya kemungkinan akan berkurang selama musim kampanye utama pada bulan September dan Oktober, kata Hutchinson.

"Saya pikir peluang Trump tetap baik meskipun tidak luar biasa, karena daya tarik Harris akan perlahan-lahan berkurang pada bulan September atau Oktober," tambah Hutchinson.

Profesor Emeritus Urusan Politik di Universitas Negeri California, Beau Grosscup, setuju bahwa Harris saat ini diuntungkan oleh gelombang pujian yang tidak akan bertahan lama.

"Bulan madu" terkenal singkat. Itu adalah makna dari kata tersebut," kata Grosscup.

Namun demikian, Harris membawa kekuatan signifikan ke dalam tiket Demokrat yang jelas kurang dimiliki oleh Biden yang sudah tua dan terlihat lemah, kata Grosscup.

"Peluangnya melawan Trump bagus. Dia telah menyelesaikan masalah usia dan demensia - sekarang menunjuk ke Trump. Dia harus kembali mengumpulkan dukungan dari perempuan dan kalangan independen mengenai keputusan Dobbs (mengenai aborsi) yang telah diwariskan Biden kepadanya," kata Grosscup.

Lanskap politik AS yang tidak dapat diprediksi, bagaimanapun, catatan masa lalu Harris membuat kegagalan dan rasa malu tak terelakkan sepanjang kampanye presidennya, kata analis politik Charles Ortel.

"Harris adalah 'pelayan publik' yang sangat tidak berprestasi yang catatan rekam jejak dan kecenderungan kebijakannya mencakup dua hal, ceroboh dan kekanak-kanakan," kata Ortel.

Banyak sekutu Harris di media mapan akan melakukan yang terbaik untuk mempromosikannya melalui konvensi Demokrat, tambah Ortel.

Sejarawan konstitusi AS dan komentator politik Dan Lazare merekomendasikan pengamat pemilu agar tidak tertipu oleh nada yang relatif terkendali dan sopan dari kampanye Harris dan Trump sejauh ini.

"Dengan sekitar seratus hari menuju pemilu, prosesnya baru saja dimulai. Kampanye Harris memang dalam tahap bulan madu, dan berapa lama lagi ini bertahan, beberapa hari, beberapa minggu, tidak bisa dipastikan. Tetapi kita bisa yakin bahwa itu akan berakhir pada suatu titik, dan saat itulah pertempuran sengit sebenarnya akan dimulai," kata Lazare.

Kedua calon tersebut belum mengungkapkan strategi dan langkah pembukaan mereka tetapi tidak satu pun dari liputan umum tentang Harris sejauh ini yang berani menunjukkan kekurangan nyata yang dia alami dalam catatan profesionalnya, katanya.

"Kamala memiliki banyak beban pada tahun-tahun penegakan hukum sebagai jaksa yang dijamin mematikan bagi kaum liberal, kedangkalan politiknya, sikapnya, dan tawa yang mengerikan itu," kata Lazare.

Lazare mencatat bahwa masalah utama bagi Harris dan sebagian besar orang Amerika adalah ekonomi AS.

"Ini adalah masalah nyata bagi Harris karena jika dia berkampanye dengan Bidenomics, dia akan menghadapi kemarahan dari semua yang terkena dampak inflasi, yaitu seluruh populasi kelas pekerja," kata Lazare.

"Sementara jika dia menjauh dari Bidenomics, dia akan terlihat sebagai oportunis yang tidak setia. Dia akan berada dalam situasi yang sulit," tambah Lazare.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Event Budaya Lokal Dipadukan Sport dan Lifestyle Bakal Perkuat Pengembangan Mandalika

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.