Ayo Perhatikan Pendidikan Anak Usia Dini

Selasa, 30 Jul 2024, 00:07 WIB

Jakarta - Senior Advisor Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Vivi Alatas mengatakan pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

"Satu tahun di PAUD jauh lebih penting daripada satu tahun di universitas," kata Vivi Alatas dalam webinar di Jakarta, Senin.

Namun demikian, kata dia, sayangnya pendidikan anak usia dini seperti Taman Kanak-kanak (TK) masih dianggap kurang penting oleh sebagian masyarakat.

"TK itu penting sekali, tapi TK itu masih dianggap tidak penting, bahkan oleh keluarga mapan," katanya.

Dikatakannya, hanya sekitar 50 persen anak dari keluarga mapan yang disekolahkan TK dan hanya 40 persen anak dari keluarga miskin yang disekolahkan TK.

"Padahal 1.000 hari pertama kehidupan jauh lebih penting daripada beribu-ribu hari selanjutnya," kata Vivi Alatas.

Menurut dia, sepertiga ketimpangan dimulai sebelum anak lahir, diantaranya yakni adanya perbedaan tempat lahir dan pendidikan orang tua.

Untuk itu, lanjutnya, dibutuhkan cara-cara untuk memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak Indonesia agar mereka bisa tumbuh menjadi cerdas dan sehat.

Salah satu ketimpangan adalah angka kematian ibu di Indonesia yang relatif lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain di ASEAN.

TNP2K mencatat 14 persen persalinan terjadi di luar fasilitas kesehatan dan lebih dari setengahnya tidak dibantu oleh tenaga kesehatan.

"Padahal salah satu hal yang paling penting bagi seorang bayi yang lahir di hari pertama kelahirannya adalah ibunya yang hidup," katanya.

Kemudian hanya 74 persen keluarga di Indonesia yang melakukan konsultasi kehamilan, 52 persen bayi mendapatkan ASI eksklusif hingga enam bulan.

"Padahal ASI adalah hadiah terindah yang bisa diberikan ibu kepada anaknya, tapi masih susah, karena dominasi susu formula maupun susahnya memberikan ASI di tempat kerja," katanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga mencatat baru 63 persen anak Indonesia yang mendapatkan imunisasi lengkap.

Vivi Alatas menilai terdapat perbedaan tingkat imunisasi pada anak dari keluarga miskin dan anak dari keluarga mapan.

"Walaupun dari keluarga mapan, masih banyak yang imunisasi-nya tidak lengkap. Apalagi yang di keluarga miskin. Belum lagi ditambah kurangnya akses terhadap air bersih dan sanitasi yang baik," katanya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.