Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepulauan Seribu Gencarkan Edukasi Tumbuh Kembang Anak Cegah Stunting

📅 Senin, 29 Jul 2024, 00:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kepulauan Seribu Gencarkan Edukasi Tumbuh Kembang Anak Cegah Stunting Doc: ANTARA/Risky Syukur
Ket. Arsip seorang anak mengikuti posyandu di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Selasa (12/12/2023).

Jakarta - Suku DinasPemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk(PPAPP)Kabupaten Kepulauan Seribu mengedukasi kepada pemangku kepentingan mengenai pentingnya tumbuh kembang anak pada seribu hari pertama kehidupan (HPK) untuk mencegah stunting.

"Kami ingatkan lagi pentingnya menjaga tumbuh kembang anak untuk mencegah stunting," kata Kepala Seksi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak SudinPPAPPKepulauan SeribuNovi Rachmawati di Jakarta, Minggu.

Menurut dia apa yang terjadi selama periode emas di 1.000 HPK serta dapat mewujudkan percepatan penurunan stunting di seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu.

"Kondisi ini harus diketahui masyarakat agar bersama-sama memenuhi kebutuhan gizi anak seoptimal mungkin," kata dia

Sementara Ketua Sub Kelompok Urusan Kesra-Bagian Pemkesra, Kabupaten Kepulauan Seribu, Cecep Suryadi mengatakan 1.000HPKmerupakan periode sensitif karena akibat yang ditimbulkan terhadap bayi pada masa ini akan bersifat permanen dan tidak dapat dikoreksi.

Menurut dampak tersebut tidak hanya pada pertumbuhan fisik, tetapi juga pada perkembangan mental dan kecerdasannya yang pada usia dewasa terlihat dari ukuran fisik yang tidak optimal serta kualitas kerja yang tidak kompetitif pada anak.

Ia mengatakan pada tahun 2020-2030 Indonesia akan mengalami bonus demografi, di mana penduduk dengan usia produktif akan sangat besar kurang lebih 65 hingga 70 persen.

"Artinya, kita memiliki sebuah peluang yang dinikmati sebagai akibat dari besarnya proporsi penduduk produktif rentang usia 15-64 tahun dibandingkan dengan penduduk usia nonproduktif yaitu usia kurang dari 15 tahun dan di atas 65 tahun," kata dia.

Selain itu, dalam menyambut hal tersebut harus dilakukan persiapan yang baik, bonus demografi bisa dimanfaatkan agar berdampak luas secara jangka panjang untuk pertumbuhan ekonomi.

"Namun sebaliknya, jika tanpa strategi yang matang, bonus demografi dapat berdampak negatif bagi Indonesia," kata dia.

Ia menambahkan kegiatan Internalisasi Pengasuhan pada 1.000 HPK dalam Percepatan Penurunan Stunting dapat dilakukan secara masif dengan harapan seluruh pemangku kebijakan semakin tahu dan memahami dengan baik tentang pentingnya pengasuhan yang tepat pada masa 1.000 HPK.

"Nantinyaoutput-nya kelak dapat mewujudkan anak-anak yang sehat, cerdas dan mampu bersaing dengan masyarakat global," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Jakarta World Cinema 2026 Siap Digelar, Hadirkan 207 Film dari 69 Negara

Jakarta World Cinema 2026 Siap Digelar, Hadirkan 207 Film dari 69 Negara

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.