Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bambang Brodjonegoro Ingatkan Minat Perusaahaan RI terhadap Penelitian Kurang

📅 Senin, 29 Jul 2024, 00:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bambang Brodjonegoro Ingatkan Minat Perusaahaan RI terhadap Penelitian Kurang Doc: ANTARA/Agita Tarigan
Ket. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional periode 2016-2019 Bambang Brodjonegoro sedang menanggapi pertanyaan media di Pangkalan Kerinci, Riau, Minggu (28/7/2024).

Pangkalan Kerinci - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional periode 2016-2019 Bambang Brodjonegoro menilai perusahaan Indonesia kurang berminat terhadap penelitian, sehingga banyak periset RI memilih bekerja di luar negeri.

"Di Indonesia, minat perusahaan untuk melakukan riset dan pengembangan (R&D) itu sangat terbatas, belum banyak. Mereka (perusahaan) lebih suka menggunakan teknologi yang sudah ada," kata Bambang Brodjonegoro pada kegiatan Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2024 di Pangkalan Kerinci, Riau, Minggu (28/7).

Alasan tersebut membuat kepindahan para periset RI ke luar negeri, menjadi sebuah hal yang wajar.

Masalah tentang peneliti Indonesia yang berbondong-bondong menjadi diaspora, sebenarnya bukan isu baru. Persoalan itu juga sempat ramai mengemuka pada 2009.

Kendati demikian, menurut Bambang, kondisi tersebut sampai saat ini masih bergulir dan belum teratasi.

Menteri Keuangan pada 2014-2016 menilai berbagai pihak perlu bekerja sama mencari solusi terkait "kabur-nya" peneliti RI. Apalagi, saat ini ada target visi Indonesia Emas pada 2045.

"Barangkali dari pemerintah perlu memberikan anggaran atau dukungan yang lebih besar kepada kegiatan riset dan pengembangan. Kepada perusahaan juga diberi insentif," tutur Bambang.

Pemerintah juga dianggap perlu menghadirkan variasi pekerjaan bagi peneliti.

"Jadi tidak hanya terbatas bekerja di instansi pemerintah untuk penelitian, atau di universitas. Karena yang saya lihat di luar negeri banyak yang hidupnya cukup bagus saat menjadi peneliti di perusahaan swasta," jelas Bambang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.