Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bapanas Dukung Kolaborasi BTN-ID FOOD Perkuat CPP Demi Atasi Stunting

📅 Jumat, 26 Jul 2024, 09:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bapanas Dukung Kolaborasi BTN-ID FOOD Perkuat CPP Demi Atasi Stunting Doc: ANTARA/HO-Humas Bapanas
Ket. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi (tengah) dalam Penandatanganan Perjanjian Fasilitasi Kredit antara ID FOOD dan BTN, di Jakarta, Selasa (23/7/2024).

JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mendukung kolaborasi fasilitasi kredit atau pembiayaan antara ID FOOD dan BTN dalam rangka memperkuat stok cadangan pangan pemerintah (CPP) demi mengatasi stunting di Tanah Air.

"Langkah baik ini dapat menjaga terpenuhinya kebutuhan pangan serta gizi masyarakat, khususnya keluarga risiko stunting. Hal ini tentunya akan berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan," kata Arief Arief dalam keterangan di Jakarta, Kamis (25/7).

Menurut Arief, dukungan pendanaan dari BTN sebagai entitas perbankan dapat berdampak signifikan bagi pelaksanaan program bantuan pangan yang dijalankan ID FOOD.

Ia berharap pelaksanaan program penanganan stunting ini akan terus ditingkatkan. Mengingat program ini bersifat strategis, baik dari sisi pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat khususnya untuk mempersiapkan generasi penerus, maupun sebagai bentuk hilirisasi hasil produksi peternakan.

"Sehingga dapat turut menjaga stabilitas telur ayam dan daging ayam di tingkat peternak," ujarnya.

Arief mengatakan, program penanganan stunting ini akan terus didorong dan tingkatkan pelaksanaannya. Untuk itu, tentunya membutuhkan dukungan dan kolaborasi lintas sektor yang lebih luas lagi, baik dari sisi pendanaan, regulasi, maupun produksi.

Sementara itu, Direktur Utama ID FOOD Sis Apik Wijayanto mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk membantu pemerintah melalui pendanaan yang akan difokuskan pada komoditas daging ayam dan telur ayam untuk bantuan pangan bagi Keluarga Risiko Stunting (KRS).

"Ini sejalan dengan semangat kedua perusahaan yang aktif menjalankan berbagai program pencegahan stunting," kata Apik.

Lebih lanjut, ia mengatakan, pendanaan itu diperuntukkan bagi penyaluran bantuan pangan penanganan stunting di tahun 2024, dengan komoditas daging ayam dan telur ayam.

"Diharapkan upaya ini dapat mempercepat penyaluran bantuan pangan, sehingga membantu program pemerintah menurunkan angka prevalensi stunting di Indonesia," kata Apik.

Penyaluran program bantuan pangan penanganan stunting yang dijalankan ID FOOD telah memasuki tahun ke dua.

Upaya penyaluran akan terus ditingkatkan secara bertahap guna memenuhi target penyaluran kepada 1.446.089 Keluarga Rawan Stunting (KRS) di 7 provinsi di Indonesia.

Program bantuan pangan penanganan stunting ini digelar dalam rangka membantu menyukseskan program pemerintah menurunkan prevalensi stunting sebagaimana tercantum dalam Perpres 72/2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Dalam program ini setiap keluarga rentan stunting menerima satu paket berisi 10 butir telur dan 1 kg daging ayam beku (frozen) sebanyak tiga kali.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Nasional
Pengungkapan Narkotika Keta...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.