WTO Gagal Capai Perjanjian Penangkapan Ikan

Kamis, 25 Jul 2024, 00:14 WIB

JENEWA - Negara-negara dan kelompok lingkungan pada hari Selasa (23/7), menyuarakan keprihatinan dan kekecewaan setelah rancangan perjanjian untuk memotong subsidi perikanan gagal disahkan. Tiongkok menyerukan perubahan besar dalam cara negara-negara bernegosiasi di Organisasi Perdagangan Dunia atauWorld Trade Organisation(WTO).

Dikutip dari The Straits Times, pembicaraan yang dipandang penting untuk membantu pemulihan stok ikan yang ditangkap secara berlebihan - telah berlangsung selama lebih dari 20 tahun di WTO, dengan paket awal yang disetujui pada tahun 2022.

Ket. Foto: Pembicaraan yang dianggap penting untuk membantu memulihkan stok ikan yang ditangkap secara berlebihan telah berlangsung selama lebih dari 20 tahun di WTO. — Sumber: istimewa

Tahap kedua, yang menangani beberapa isu tersulit yang masih tersisa, telah dirancang untuk disetujui dalam pertemuan WTO minggu ini, tetapi diblokir oleh India yang mengkritik apa yang disebutnya sebagai "kekurangan signifikan" perjanjian tersebut sambil mencari pengecualian yang lebih dalam bagi negara-negara berkembang.

Akibatnya, pembicaraan tersebut diturunkan dari yang siap diadopsi menjadi sekadar "dibahas" oleh 166 anggota WTO, yang mana salah satu dari mereka dapat memblokir kesepakatan berdasarkan aturan badan tersebut.

"Kami sangat prihatin dengan pekerjaan kami di masa mendatang di WTO terkait negosiasi ini," kata Duta Besar Amerika Serikat, Maria Pagan.

"Kami merasa sulit memahami tujuan makalah-makalah ini ketika mereka kembali memperkenalkan topik-topik yang telah diperdebatkan dan didiskusikan berulang kali," katanya mengenai usulan India.

Tiongkok, salah satu pemberi subsidi utama, menyuarakan kekecewaan mendalam karena perjanjian ini tidak diadopsi.

"Ikan dan planet ini tidak dapat menunggu lebih lama lagi," kata Duta Besar Li Chenggang, yang tidak menyebut nama India tetapi merujuk pada beberapa kegagalan pembicaraan ini "karena alasan yang sama atau serupa".

"Kita perlu memikirkan cara untuk keluar dari dilema ini, mari kita berubah. Tidak ada reformasi, tidak ada keberhasilan," katanya.

Kelompok lingkungan juga menyatakan penyesalannya.

"Semakin lama kita menunda, semakin banyak nelayan yang dirugikan oleh subsidi yang merugikan dan menghabiskan populasi ikan yang menjadi tumpuan masyarakat pesisir," kata Ernesto Fernandez Monge dari Pew Charitable Trusts.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.