Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PGRI Sesalkan Adanya 'Cleansing' Guru Honorer

📅 Kamis, 25 Jul 2024, 03:03 WIB | Oleh:
PGRI Sesalkan  Adanya 'Cleansing' Guru Honorer Doc: Istimewa
Ket. Sumardiansyah. Youtube sumardiansyah perdana kusuma

PGRI menyesalkan adanya cleansing terhadap guru honorer karena hal ini menjadi sangat ironi karena Kementerian PAN RB sebelumnya menyatakan pengadaan calon ASN akan fokus pada kebutuhan tenaga guru.

JAKARTA - Ketua Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Sumardiansyah, menyesalkan adanya cleansing atau pemecatan guru honorer beberapa waktu lalu. Meski persoalan tersebut berhasil diselesaikan, dia berharap kejadian tersebut tidak terulang.

"Berdasarkan informasi terakhir para guru sekitar 141 guru honor kurang lebih sudah dikembalikan statusnya dan bisa mengajar kembali di sekolah asalnya," kata Sumardiansyah dalam Diskusi Publik PGRI, secara daring, Rabu, (24/7).

Dia menyebut, penyelesaian persoalan cleansing guru harus diikuti dengan pendataan guru yang lebih baik. Dia berharap agar kasus serupa tak muncul di daerah lainnya, sebab guru tetaplah sebuah profesi terlepas dari statusnya.

"Sehingga tidak ada perbedaan antara guru negeri, swasta, termasuk honorer. Semua berhak mendapatkan kesejahteraan, perlindungan karier, penghargaan dan peningkatan kompetensi," jelasnya.

Kesejahteraan Guru

Lebih jauh, Sumardiansyah meminta guru mesti benar-benar terdata mulai dari membuat Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) hingga masuk dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Dengan demikian nantinya bisa mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Dia berharap pemerintahan ke depan akan memberikan kesempatan lebih kepada guru honorer. Salah satunya diberikan peluang menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Pemerintahan untuk bisa segera menuntaskan guru honorer yang ada di sekolah untuk bisa menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)," katanya.

Sumardiansyah berharap pemerintah ke depan lebih memperhatikan kesejahteraan guru. Menurutnya, komitmen tersebut mesti sampai pada lahirnya kebijakan yang berdampak pada kesejahteraan guru.

"Kami harap ke depan tidak ada lagi guru-guru yang menjerit karena persoalan kesejahteraan," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas, mengungkapkan, arah kebijakan pengadaan Calon ASN tahun 2024 salah satunya fokus pada pada pemenuhan kebutuhan tenaga guru. Kementerian PANRB telah menyerahkan izin formasi sebanyak 40.541 calon ASN di lingkungan Kemendikbudristek terdiri atas 15.462 CPNS dan 25.079 PPPK.

"Kita sudah membicarakan bagaimana pemenuhan ASN guru dan dosen. Kita juga bahas terkait karier guru dan dosen agar kedepannya jauh lebih menjanjikan, jelas, dan tidak rumit," ucapnya.

Dia menambahkan, melihat sebaran ASN, mayoritas ASN masih berada di pulau besar dan perkotaan, khususnya di Pulau Jawa. Karenanya pemerintah menginisiasi bagi ASN yang mendedikasikan diri di daerah 3T akan mendapatkan percepatan karier dan apresiasi lebih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.