Kembangkan Potensi Usaha, Disdag Mataram Bantu Alat Dagang ke UMKM kuliner di Teras Udayana
Senin, 22 Jul 2024, 00:15 WIBMataram - Dinas Perdagangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memberikan bantuan peralatan dagang bagi puluhan pedagang di lapak kuliner usaha mikro kecil menengah (UMKM) Teras Udayana, untuk mengembangkan potensi usaha pelaku UMKM.
"Selain itu, bantuan juga bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui kreasi dan inovasi dari batuan yang diterima," kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Uun Pujianto di Mataram, Minggu.
Menurutnya, bantuan yang diserahkan kepada 24 pedagang di lapak kuliner UMKM Teras Udayana itu, berupa kursi plastik, kompor dan tabung gas, gerobak, blender, cup saler manual, dan wajan.
Dengan bantuan tersebut, pedagang diharapkan bisa memanfaatkan untuk pengembangan usaha dan tetap berjualan di lapak yang sudah disiapkan.
"Pedagang jangan sampai keluar berjualan, dan menggunakan fasilitas umum untuk membuka lapak. Seperti di trotoar, bahu dan badan jalan," katanya.
Hal tersebut ditegaskanUun karena adanya indikasi pedagang yang belum menempati lapak yang disiapkan, sehingga dari 24 lapak UMKM yang disiapkan baru terisi maksimal sebagian.
"UMKM yang tidak membuka lapak ini beralasan sepi, tapi pedagang lainnya masih tetap berjualan," katanya.
Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan keberadaan lapak UMKM Teras Udayana, Disdag kembali mengalokasikan anggaran Rp190 juta untuk penambahan fasilitas.
Fasilitas yang dimaksudkan diantaranya pemasangan atap yang disesuaikan dengan areal UMKM agar terlihat estetik, dan fasilitas panggung musik mini.
"Panggung mini ini kita siapkan sebagai hiburan dan bisa digunakan oleh komunitas musik yang ada di kota ini," katanya.
Panggung musik mini bisa menjadi ruang bagi pemusik akustik secara langsung atau sebagai tempat "live music", untuk menciptakan suasana berbeda sekaligus menjadi daya tarik agar masyarakat bisa datang dan berbelanja di sentra kuliner tersebut.
"Selain kita siapkan panggung, berbagai peralatan musik termasuk 'sound system' juga kita sediakan," katanya.
Dikatakan, apabila fasilitas tersebut sudah rampung disiapkan tahun 2024, maka lapak kuliner UMKM harus semua terisi. Para pedang yang terindikasi meninggalkan lapak harus menempati lapak karena fasilitas sudah disiapkan.
"Jika tidak, lapak tersebut akan kita ambil dan berikan kepada pelaku UMKM yang serius mau berjualan," katanya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Hypernet Technologies Perluas Layanan ke Segmen UKM melalui Whooz
-
Literasi Keuangan Didorong Jadi Fondasi Keberlanjutan Bisnis, 60 Wirausaha Perempuan Ikuti Program Shepreneur
-
Keamanan, Keselamatan dan Pelayanan Prioritas Utama InJourney Airports
-
Apresiasi Kebijakan Kemenkeu, Bank Mandiri Siap Optimalkan Fungsi Intermediasi Perbankan
-
Pascagempa Magnitudo 6,7, Wagub Sulteng Reny Lamadjido Turun Langsung ke Lokasi Terdampak
-
Kerusakan Akibat Gempa Bumi di Palu
-
Pemkab Kukar Terapkan SP2D Online, Pencairan Anggaran Kini Lebih Cepat dan Transparan.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.