Rumah Sakit Korsel Memproses Pengunduran Diri Hampir 7.700 Dokter Magang

Jumat, 19 Jul 2024, 08:18 WIB

SEOUL - Rumah sakit pelatihan lokal di Korea Selatan (Korsel) telah menyelesaikan pemrosesan pengunduran diri hampir 7.700 dokter magang yang telah meninggalkan posisi mereka selama lima bulan terakhir untuk memprotes kenaikan kuota sekolah kedokteran, kata kementerian kesehatan Korsel, Kamis (18/7).

Menurut data yang dihimpun Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, 56,5 persen dari 14.531 dokter peserta pelatihan menyatakan niatnya untuk keluar sejak meninggalkan rumah sakit pada akhir Februari.

Karena 7.707 kandidat telah mendaftar untuk program pelatihan yang dimulai pada September, kementerian mengatakan akan menyelesaikan perekrutan peserta pelatihan baru pada Agustus untuk meminimalisir dampak pengunduran diri dokter peserta pelatihan.

"Kami berencana menerapkan langkah-langkah untuk membantu dokter magang yang kembali melanjutkan pelatihan mereka dan meminimalkan dampak terhadap jangka waktu izin mereka sebagai spesialis medis," kata Jung Yoon-soon, pejabat senior kesehatan.

"Kami meminta para dokter junior untuk kembali sebanyak mungkin pada perekrutan babak kedua dan melanjutkan pelatihan mereka," katanya.

Pemerintah telah menuntut agar rumah sakit menyelesaikan penerimaan pengunduran diri mereka pada Senin, dan berjanji tidak akan mencabut izin medis para peserta aksi mogok, terlepas dari apakah mereka kembali ke rumah sakit atau tidak.

Pemerintah juga menawarkan perlakuan khusus bagi mereka yang kembali mengikuti pelatihan dan mendapatkan lisensi spesialis.

Sebelumnya pada hari yang sama, Menteri Kesehatan Korsel Cho Kyoo-hong mengatakan dalam sebuah pertemuan mengenai pemogokan tersebut bahwa "sangat disayangkan" bahwa sebagian besar dokter peserta pelatihan kemungkinan besar tidak akan kembali.

Setelah memastikan lowongan tersebut, pemerintah akan memulai proses perekrutan dokter peserta pelatihan untuk semester kedua, kata Cho, menekankan bahwa para dokter junior bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan lisensi spesialis jika mereka mendaftar untuk sesi mendatang.

Pemerintah akan meningkatkan pemantauan kondisi medis dan semakin memperkuat sistem darurat dalam upaya meminimalkan kekosongan layanan medis," kata Cho.

Pemogokan tersebut telah mengganggu sistem layanan kesehatan, karena sebagian besar rumah sakit besar telah secara signifikan mengurangi perawatan, pembedahan dan layanan lainnya bagi pasien.

Menteri juga berjanji akan melakukan "reformasi mendasar" pada sistem medis untuk mengurangi ketergantungan berlebihan rumah sakit-rumah sakit besar terhadap dokter yang masih dalam masa pelatihan.

Meski mendapat tentangan keras dari para dokter, pemerintah telah menyelesaikan kenaikan kuota penerimaan sekitar 1.500 siswa sekolah kedokteran untuk tahun depan dalam upaya mengatasi masalah yang timbul dari kekurangan dokter.

Para dokter telah mendesak pemerintah untuk meninjau kembali keputusan tersebut, dengan menyatakan bahwa sekolah kedokteran tidak akan mampu menangani peningkatan pendaftaran, yang akan membahayakan kualitas pendidikan kedokteran dan pada akhirnya layanan medis di negara tersebut.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa pihaknya telah merujuk 18 dokter, mahasiswa kedokteran, dan pihak lain ke pihak penuntut untuk penyelidikan dugaan keterlibatan mereka dalam menyusun atau merilis daftar dokter junior yang kembali ke rumah sakit setelah pemogokan mereka.

Pekan lalu, daftar dokter junior yang memutuskan untuk mengakhiri mogok kerja selama berbulan-bulan dan kembali bekerja beredar secara daring, dan polisi melakukan penyelidikan atas permintaan kementerian.

"Polisi menemukan 18 dokter, mahasiswa kedokteran dan lainnya yang dicurigai terlihat dalam insiden tersebut dan mengirim mereka ke kejaksaan untuk diselidiki,"

"Pemerintah telah berjanji akan mengambil tindakan tegas terhadap kasus-kasus stigmatisasi terhadap dokter yang baru kembali menjalani pelatihan," tambahnya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.