- Home
-
- Luar Negeri
-
- PM Prancis Akan Tangani Ad...
PM Prancis Akan Tangani Administrasi hingga Pemerintah Baru Terbentuk
Kamis, 18 Jul 2024, 00:06 WIBAnkara - Perdana Menteri Prancis Gabriel Attal dikabarkan akan terus menjalani administrasi pemerintahan usai pengunduran dirinya diterima oleh Presiden EmmanuelMacron.
Macronpada Rabu telah menerima pengunduran diri Attal menyusul kekalahan Partai Sayap Tengah pada pemilu legislatif (pileg) putaran kedua.
"Perdana Menteri Gabriel Attal menyampaikan pengunduran diri pemerintahnya kepada Presiden Emmanuel Macron yang menerimanya hari ini," kata pemerintah Prancis di media sosial X.
Attal akan terus menangani urusan pemerintahan saat ini hingga pemerintahan baru terbentuk.
Dia mengajukan pengunduran dirinya pada 8 Juli, setelah pemilu putaran kedua. Namun, Macron memintanya untuk terus menjalankan posisinya untuk saat ini guna menjamin stabilitas negara, kata sumber di Istana Elysee kepada lembaga penyiaran BFMTV.
Aliansi sayap kiriNew Popular Front (NFP) yang diperkirakan memperoleh kursi terbanyak di Majelis Nasional yang merupakan majelis rendah pada Parlemen Prancis, mulai mencari kandidat untuk diusulkan sebagai perdana menteri.
Kerja keras tersebut menyebabkan perbedaan pendapat, bahkan perpecahan di dalam NFP, yang sedang mencari nama yang kuat untuk diberikan kepada Macron.
Partai politik mengkritik keras Macron karena menolak pengunduran diri Attal, menunda proses, dan menyebabkan ketidakstabilan di negara tersebut.
NFP dapat memenangkan lebih dari 180 kursi. Sedangkan aliansi tengah,Togetherfor the Republicyang didukung oleh Macron, menempati posisi kedua dengan lebih dari 160 kursi. Lalu,National Rally(RN) yang dipimpin Marine Le Pen memperoleh lebih dari 140 kursi.
Majelis Nasional memiliki 577 kursi dan tidak satu pun dari tiga aliansi utama diperkirakan akan memenangkan mayoritas absolut dari 289 anggota parlemen.
Putaran pertama diadakan pada tanggal 30 Juni dan 76 kandidat terpilih tanpa putaran kedua.
RN memperoleh 29,26 persen suara saja (37 kursi), angka yang meningkat menjadi lebih dari 33 persen jika digabungkan dengan sekutunya. NFP mendapat 28,06 persen (32 kursi), diikuti olehTogether for the Republicdengan sedikit di atas 20,04 persen (dua kursi).
Macron membubarkan parlemen dan mengumumkan pemilihan awal setelah RN memenangkan lebih dari 31 persen suara dalam pemilihan Parlemen Eropa pada tanggal 9 Juni, mengalahkan blok tengahnya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
DLHK Kota Jayapura Catat Produksi Sampah Domestik Capai 240 Ton Per Hari
-
Wali Kota: Pemkot Bandung Wacanakan Pembangunan Gedung Parkir Modern di Pusat Kota
-
Profil Timnas Swiss, Membidik Lolos ke Perempat Final Pertama dalam 72 Tahun
-
IKAL-Lemhannas: Tangkal Ideologi Transnasional, Wawasan Kebangsaan Generasi Muda Harus Diperkuat
-
Ekonomi Biru Dikebut, KKP Ajak Swasta Ikut Garap Potensi Laut RI
-
Evakuasi Jenazah Dua WNA Austria yang Terjatuh dari Jembatan Gantung
-
PT KAI Ungkap Pelanggan Kereta Panoramic Meningkat 62,32 Persen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.