Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sumur Tua Harus Berkontribusi Kurangi Impor

📅 Senin, 15 Jul 2024, 08:46 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Sumur Tua Harus Berkontribusi Kurangi Impor Doc: Dok/Pertamina
Ket. Ilustrasi pompa angguk

JAKARTA - Sumur minyak dan gas bumi (Migas) yang sudah tua harus dilakukan pengembangan di samping pemeliharaan (maintanance). Tujuannya agar bisa berkontribusi mengurangi kebergantungan impor migas, mengingat saat ini RI menjadi net importir.

Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Noor Arifin Muhammad menyampaikan pengelolaan dan pemeliharaan berbagai fasilitas migas yang sudah cukup tua menjadi tantangan tersendiri.

"Jadi memang (fasilitas) ini suatu tantangan sendiri, di dalam maintenance sebuah industri yang sudah cukup tua seperti Migas ini, sebetulnya harus dibarengi dengan pengembangan. Agar dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor maka harus ada penambahan facility untuk meningkatkan produksi, dan itu kami mendukung apapun yang bisa kita dukung dari sisi government," papar Noor saat melakukan Management Walkthrough (MWT) ke Area Operasi PT Pertamina Hulu Rokan dan Kilang Refinery Unit (RU) II Dumai PT Kilang Pertamina Internasional Noor Riau, akhir pekan lalu.

Dia juga menegaskan pemerintah akan terus mendukung pengembangan sejumlah fasilitas migas, khususnya di semua wilayah migas yang sudah cukup tua. "Apalagi dari sisi teknik dan lingkungan, Indonesia akan support bahwa tentunya fasilitas-fasilitas ini ya walaupun sudah kita maintain dengan sangat luar biasa, tapi tetap saja akan tiba saatnya. Itu memang harus diganti dan dikembangkan," ucap Noor.

Kilang RU II Dumai yang sudah beroperasi sejak 1972 memiliki kapasitas produksi sebesar 170 million barrel stream per day (MBSD) dan menyumbang sebesar 16,5 persen produksi kilang di Indonesia. Produk yang dihasilkan dari antara lain berupa Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti Pertalite, Pertamax, dan Pertamina Dex. Disamping itu juga terdapat Bahan Bakar Khusus (BBK), seperti Aviation Turbine Fuel (Avtur). Selain BBM dan BBK, Kilang RU II Dumai juga menghasilkan produk non-BBM, seperti Solvent, Green Coke dan Liquid Petroleum Gas (LPG).

Direktur Operasi PT KPI Didik Bahagia menuturkan kilang RU II Dumai tersebut kilang sudah berusia 53 tahun, lebih tua daripada umur Didik. Didik juga menyampaikan, selain terkait dukungan dari sisi keteknikan dan keselamatan Migas, PT KPI juga memerlukan dukungan dari Ditjen Migas dalam hal penyusunan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) di Kementerian ATR sebagai tindak lanjut hasil rekomendasi Dirrektorat Jenderal Migas Kementerian ESDM untuk perluasan buffer zone.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.