Sentimen Eksternal Dominan
Senin, 15 Jul 2024, 07:27 WIBJAKARTA - Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif awal pekan ini seiring menguatnya optimisme pasar terhadap sikap dovish bank sental Amerika Serikat (AS) atau the Fed. Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan the Fed meningkat usai rilis data inflasi AS pada Juni lalu.
Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Senin (15/7), bergerak fluktuatif di kisaran 16.030-16.185 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan, Jumat (12/7) sore, ditutup menguat 58 poin atau 0,36 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.137 rupiah per dollar AS. Hal itu terjadi di tengah menurunnya imbal hasil obligasi AS.
"Imbal obligasi AS turun dari di atas 4,3 persen sekarang di 4,226 persen ," kata analis mata uang Lukman Leong di Jakarta, Jumat pekan lalu.
Lukman menjelaskan, rupiah menguat terhadap dollar AS yang kembali melemah setelah data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan.
Inflasi AS pada Juni -0,1 persen, lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan 0,1 persen, sedangkan secara tahunan year on year (yoy) turun ke 3 persen dari sebelumnya 3,3 persen dan perkiraan 3,1 persen.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Glenn Victor Bagikan 3 Cara Manfaatkan ChatGPT agar Rutinitas Olahraga Lebih Konsisten
-
Basarnas Mengoptimalkan Semua Kekuatan dalam Pencarian Jurnalis Hilang di Krakatau
-
Alur Sungai 3.335 Meter Dikeruk! Ini Upaya PU Cegah Gagal Panen di Bengawan Jero
-
Dibayangi Tekanan Global - 10 September 2026
-
Sequis Shepreneur Rayakan Perjalanan 60 Perempuan Wirausaha
-
Penonton Persib Dilarang ke Stadion Utama GBK, Kiper Muda Maung Bandung Siap Diturunkan
-
ShopeeVIP+ Resmi Diluncurkan, Sekali Langganan Dapat Akses Netflix dan Gratis Ongkir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.