Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Balai Taman Nasional Komodo Komitmen Keberlanjutan Kawasan Konservasi

📅 Senin, 15 Jul 2024, 22:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Balai Taman Nasional Komodo Komitmen Keberlanjutan Kawasan Konservasi Doc: ANTARA/Gecio Viana
Ket. Kepala Balai TNK Hendrikus Rani Siga.

Labuan Bajo - Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan kawasan konservasi Taman Nasional Komodo (TNK) dengan mengelola tingkat kunjungan wisatawan.

"Kesadaran itu ada di kami sebagai pengelola kawasan untuk mengendalikan kunjungan, salah satu langkah yang kami lakukan adalah menetapkan daya dukung dan daya tampung," kata Kepala BTNK Hendrikus Rani Siga di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, (15/7).

Ia menjelaskan BTNK telah membuat aplikasi bernama SiOra yang dapat memiliki layanan pemesanan tiket ke sejumlah destinasi wisata di kawasan TNK dan informasi destinasi.

"Dengan demikian kita tahu jumlah kunjungan ke berbagai destinasi, sehingga dari jumlah itu akan ada baseline data, lalu akan kami kembangkan lagi aplikasi untuk kontrol jika sampai jumlah maksimum wisatawan maka langsung ditutup," katanya.

Ia menjelaskan aplikasi SiOra akan diujicoba pada Agustus 2024.

"Lalu pada tahun 2025 kita akan menerapkan aplikasi siOra, sekarang bisa didownload di Play Store dan AppStore," katanya.

Lebih lanjut, BTNK juga akan menutup kawasan TNK secara reguler yang bertujuan mengurangi tekanan dalam kawasan, mengurangi dampak negatif dari aktivitas wisata terhadap kawasan serta menghidupkan destinasi wisata di luar kawasan TNK.

"Masih dalam diskusi informal, dalam konsep jika ditutup sehari maka diharapkan wisatawan melakukan aktivitas wisata di luar kawasan dan meningkatkan lama tinggal wisatawan di Labuan Bajo," katanya.

Rencana penutupan sementara kawasan TNK, lanjut dia, akan didahului kajian ilmiah daya dukung dan daya tampung lingkungan sehingga tidak menimbulkan dampak terhadap kawasan konservasi dan industri pariwisata.

"Sehingga yang jual paket wisata pada hari itu tidak ke kawasan TNK tapi di luar kawasan TNK," katanya.

Lebih lanjut, Pusat Kajian Pariwisata Universitas Gadjah Mada (UGM) yang didukung BPOLBF akan melakukan studi terkait daya dukung daya tampung di kawasan TNK demi keberlanjutan kawasan konservasi di tengah potensi meningkatnya kunjungan pariwisata karena penerbangan internasional ke Labuan Bajo dan minat wisata alam.

"Kami harus juga mempersiapkan diri, salah satunya adalah kajian daya dukung lagi untuk dapat jumlah yang pas," katanya.

Ia juga berharap agar destinasi wisata di luar kawasan TNK semakin dikelola dan ditata dengan baik sehingga menjadi tujuan wisatawan.

"Sehingga kunjungan wisata tidak hanya di TNK," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.