Korsel-AS Teken Pedoman Pencegahan Nuklir Terpadu

Sabtu, 13 Jul 2024, 02:15 WIB

WASHINGTON DC - Presiden Joe Biden mengatakan kepada Presiden Korea Selatan (Korsel), Yoon Suk-yeol, bahwa Amerika Serikat (AS) berkomitmen untuk melakukan pencegahan terhadap Korea Utara (Korut) didukung oleh seluruh kemampuan, termasuk terhadap ancaman nuklir. Hal itu disampaikan Presiden Biden dalam pertemuan dengan Presiden Yoon Suk-yeol dalam pertemuan pada Kamis (11/7) di sela-sela pertemuan puncak NATO.

"Kedua pemimpin juga mengesahkan pedoman mengenai pembentukan sistem pencegahan yang diperluas dan terintegrasi di Semenanjung Korea untuk melawan ancaman nuklir dan militer dari Korut," kata kantor Kepresidenan Korsel.

Ket. Foto: Wakil Penasihat Keamanan Nasional Korsel, Kim Tae-hyo — Sumber: Yonhap

Pedoman tersebut meresmikan penempatan aset nuklir AS di dan sekitar Semenanjung Korea untuk mencegah dan menanggapi potensi serangan nuklir oleh Korut, kata Wakil Penasihat Keamanan Nasional Korsel, Kim Tae-hyo, dalam sebuah pengarahan di Washington DC. "Ini berarti senjata nuklir AS secara khusus ditugaskan untuk misi di Semenanjung Korea," kata Kim Tae-hyo.

Sebelumnya, Presiden Biden dan Presiden Yoon mengeluarkan pernyataan bersama di sela-sela pertemuan puncak NATO di Washington DC yang menegaskan kembali koordinasi yang erat melawan ancaman nuklir Korut.

"Kedua presiden menegaskan kembali komitmen mereka dalam Deklarasi Washington AS-Korsel dan menekankan bahwa setiap serangan nuklir yang dilakukan Korut terhadap Korsel akan ditanggapi dengan respons yang cepat, luar biasa, dan tegas," imbuh Kim Tae-hyo.

Kemajuan Signifikan

Menurut Dr Cheong Seong-Chang, pakar strategi keamanan di Sejong Institute, dan pendukung kuat persenjataan nuklir Korsel, mengatakan pedoman nuklir baru ini merupakan kemajuan signifikan yang secara mendasar mengubah cara sekutu menanggapi ancaman nuklir dari Korut.

"Masalahnya adalah, satu-satunya hal yang dapat memberikan kepercayaan penuh kepada Korsel adalah janji dari AS mengenai pembalasan nuklir segera jika terjadi penggunaan nuklir oleh Korut, namun hal itu tidak mungkin dilakukan," kata Dr Cheong.

"Itu adalah keterbatasan yang melekat pada pencegahan nuklir," imbuh dia seraya menambahkan bahwa apakah pedoman nuklir ini akan bertahan jika terjadi perubahan dalam pemerintahan AS juga masih dipertanyakan.

Namun menurut kantor Kepresidenan Korsel pedoman itu sendiri bersifat rahasia.

Korut sebelumnya telah secara terbuka memajukan kebijakan senjata nuklirnya dengan mengkodifikasi penggunaannya jika terjadi ancaman terhadap wilayahnya dan memasukkan kemajuan kemampuan senjata nuklir dalam konstitusi pada tahun 2023.

Sebelumnya pada tahun 2024, negara ini menetapkan Korsel sebagai "musuh utama" dan bersumpah untuk memusnahkan negara tetangganya itu karena berkolusi dengan AS untuk melancarkan perang yang merupakan kebalikan dramatis dari tawaran perdamaian yang dibuat pada tahun 2018.

Baik Seoul maupun Washington DC menyangkal adanya niat agresif terhadap Pyongyang, namun menyatakan bahwa mereka sepenuhnya siap untuk melawan segala agresi Korut dan telah meningkatkan latihan militer gabungan dalam beberapa bulan terakhir. ST/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Fitur Baru ChatGPT di iOS: Bisa Akses Foto Terbaru Tanpa Buka Galeri

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.