Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Data Pribadi Harus Diperlakukan Seperti Barang Berharga

📅 Kamis, 11 Jul 2024, 00:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Data Pribadi Harus Diperlakukan Seperti Barang Berharga Doc: ANTARA/Pixabay
Ket. Ilustrasi - Perlindungan data pribadi.

Jakarta - Pengamat komunikasi digital dari Universitas Indonesia (UI) Firman Kurniawan mengatakan masyarakat perlu menjaga data pribadi semaksimal mungkin seperti halnya memperlakukan harta benda berharga.

"Data hari ini harus diperlakukan seperti emas, perak, atau minyak yang sangat berharga karena kalau kita melihat emas, minyak, perak, tidak akan kita hambur-hamburkan. Data itu persis seperti itu, dia harganya mahal dan semua orang ingin memperebutkan data," kata Firman saat dihubungi ANTARA pada Rabu.

Menurutnya, saat ini data pribadi menjadi sesuatu yang berharga oleh banyak pihak termasuk pelaku kejahatan di ranah digital yang berpotensi akan disalahgunakan.

Firman juga menuturkan bahwa saat ini modus pelaku kejahatan siber untuk mencuri data pribadi pengguna internet sangat beragam seiring dengan perkembangan teknologi dan jagat maya.

Modus-modus baru yang digunakan antara lain memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI), konten hiburan, hingga aplikasi kekasih virtual.

"Seperti (konten)challengetertentu itu kan dimasukkan nama kita, kemudian email kita, padahal kan email kita ini terhubung dengan aneka platform ya seperti media sosial," ujar Firman.

"Email kita juga digunakan untuk mendaftar rekening bank dan sebagainya sehingga ketikakebukasatu, itu bisa ditelusuri yang lain, bisa masuk ke yang lain," tuturnya menambahkan.

Oleh karenanya, masyarakat didorong untuk lebih waspada dalam menjaga keamanan data pribadi masing-masing. Tindakan pengamanan bisa dilakukan misalnya dengan tidak membuka tautan yang mencurigakan dan memperkuat kata sandi akun media sosial atau perangkat.

Salah satu modus kejahatan siber dalam mencuri data pribadi adalahphisingyang umumnya memancing pengguna untuk membuka surat elektronik atau tautan situs web palsu.

Agar terhindar dari modus kejahatanphising, Firman mengingatkan agar tidak sembarangan membuka tautan situs web, surat atau dokumen elektronik terutama dari pengirim yang tidak dikenal.

"Paling tidak ketika kita tidak pernah mengenal, tidak pernah tahu asal-usul dari yang mengirim link itu, tidak usah dibuka," kata Firman.

Sedangkan pada pengamanan kata sandi akun media sosial atau perangkat, Firman menyarankan untuk membuat kata sandi dari kombinasi huruf dan angka yang rumit. Selain itu, masing-masing akun dan perangkat dianjurkan memiliki kata sandi yang berbeda.

Dia menyarankan untuk menggunakan aplikasi manajemen kata sandi untuk menyimpan dan mencatat kata sandi yang telah dibuat agar tidak mudah lupa.

"Kita membuat (kata sandi) bervariasi kemudian secara terpisah jangan di perangkat yang sama. Di-manage passworduntuk aplikasi saya apa yang ini, untuk aplikasi yang itu apa, sehingga akan memudahkan kita," ucap Firman.

Apabila tersedia, fitur autentikasi multi faktor juga perlu digunakan untuk memperkuat keamanan akses terhadap akun atau perangkat contohnya dengan pemindaian sidik jari atau wajah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.