Rupiah Berisiko Melemah
Rabu, 10 Jul 2024, 07:46 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melemah dalam perdagangan tengah pekan ini. Sentimen suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih mempengaruhi pergerakan rupiah.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi melihat dollar AS bakal menguat karena dipengaruhi sejumlah faktor, meliputi ketegangan hubungan ekonomi antara Tiongkok dan Uni Eropa, ekspektasi sikap hawkish bank sentral AS atau the Fed.
Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (10/7), bergerak melemah di kisaran 16.270-16.330 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan, Selasa (9/7), ditutup menguat 7 poin atau 0,04 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.251 rupiah per dollar AS. Penguatan terbatas itu terjadi di tengah pasar mengantisipasi rilis data inflasi AS.
"Pasar mengantisipasi data inflasi AS yang akan rilis Kamis waktu AS," kata analis Bank Woori Saudara Rully Nova di Jakarta.
Rully menuturkan inflation rate tahunan AS diperkirakan lebih rendah dibanding sebelumnya perkiraan 3,1 persen dari 3,3 persen.
Data inflasi AS akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam melihat kebijakan suku bunga AS.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Alur Sungai 3.335 Meter Dikeruk! Ini Upaya PU Cegah Gagal Panen di Bengawan Jero
-
Penonton Persib Dilarang ke Stadion Utama GBK, Kiper Muda Maung Bandung Siap Diturunkan
-
ShopeeVIP+ Resmi Diluncurkan, Sekali Langganan Dapat Akses Netflix dan Gratis Ongkir
-
Dibayangi Tekanan Global - 10 September 2026
-
Basarnas Mengoptimalkan Semua Kekuatan dalam Pencarian Jurnalis Hilang di Krakatau
-
Glenn Victor Bagikan 3 Cara Manfaatkan ChatGPT agar Rutinitas Olahraga Lebih Konsisten
-
Sequis Shepreneur Rayakan Perjalanan 60 Perempuan Wirausaha
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.