Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekolah Adat Osing Gali Nilai Tradisi dan Ekonomi dari Ilalang

📅 Senin, 08 Jul 2024, 20:06 WIB | Oleh:
Sekolah Adat Osing Gali Nilai Tradisi dan Ekonomi dari Ilalang Doc: muhammad marup
Ket. Workshop Rancang Ilalang yang diadakan Sekolah Adat Osing Pesinauan, di Banyuwangi, Minggu (7/7).

BANYUWANGI - Kepala Sekolah Adat Osing Pesinauan, Banyuwangi, Slamet Diharjo, menceritakan pengalamannya menggali nilai tradisi dan ekonomi dari ilalang. Pemuda yang gemar mengendarai motor trail ini pertama kali bersentuhan dengan pemanfaatan ilalang adalah ketika diminta merenovasi petilasan dan makam Buyut Seni pada 2019.

"Saat itu atap makam menggunakan daun kelapa. Tapi ada pesan dari keluarga untuk menggunakan ilalang. Dari situ saya sadar bahwa ilalang punya keunggulan dan nilai ekonomi juga," ujar Slamet yang karib disapa Cak Sul, saat Workshop Rancang Ilalang, di Banyuwangi, Minggu (7/7).

Pria yang berprofesi sebagai guru seni tari ini mengatakan, tidak sulit menemukan ilalang yang tumbuh di Banyuwangi. Beberapa lokasi yang kerap jadi tempat mencari ilalang seperti area perumahan, pesawagan, dan hotel.Dia menambahkan, biasanya ilalang dibiarkan tumbuh liar begitu saja. Tidak jarang ilalang yang menjadi hama kemudian dibakar sehingga mengganggu lingkungan sekitar.

"Kalau mau cari ilalang yang bagus itu ada di gunung. Tapi untuk sementara kita tidak ke sana kareana aksesnya sulit juga. Jadi kita cari ke perumahan dan galengan sawah," jelasnya.

Cak Sul menerangkan, ketika momen Pandemi Covid-19 banyak sekali pesanan untuk proses pembuatan atap ilalang. Adapun saat ini sudah banyak hotel, rumah makan, dan makam yang menggunakan atap ilalang produksi Sekolah Adat Osing.

"Saat pandemi kita bahkan pernah menerima sampai 5000 pesanan pembuatan atap. Sekarang sudah banyak juga yang menggunakan atap dari kita"" tuturnya.

Praktisi Anyaman Ilalang, Budi Hartono, mengatakan, ilalang yang bisa dimanfaatkan baik untuk pembuatan atap maupun interior dan aksesoris berumur 1 tahun dengan tinggi 120 cm. Adapun untuk harga, menyesuaikan bangunan serta proses pembuatannya.

"Ukuran 2 meter 15 ribu, kebutuhan berapa saya itung. Samakin rapat semakin lama," katanya.

Cak Budi yang rekan Cak Samsul ini mengatakan, pemanfaatan ilalang juga berguna bagi pemasukan tambahan ibu-ibu dan bapak-bapak sebagai penganya. dan pengarit ilalang. Adapun tantangan dalam produksi atap ilalang ini yaitu usia para pembuatnya.

"Maunya produksi terus, tapi penganyam sudah berumur. Kita tidak bisa seperti pabrik. Jadi untuk upah itu full borongan. Mau kapan tergantung mereka. Saya tidak paksa. Pengrajin terbatas harus kita rawat mereka supaya nyaman," ucapnya.

Mitos Ilalang

Sementara itu, Juru Kunci Pesarean Buyut Cungking, Jam'i Abdul Gani, mengatakan, Ilalang merupakan simbol kebersamaan Masyarakat Osing. Rumah masyarakat Osing dulunya beratapkan ilalang.

"Dalam masyarakat adat Osing, ilalang dikenal dengan nama lalang yang secara filosofis mengandung makna "ilang alangne" (hilangnya halangan atau rintangan)," terangnya.

Dia menambahkan, dalam prosesnya mulai dari pengambilan bahan ilalang dan pemasangannya dilakukan secara bersama.bIlalang sebagai simbol nilai kebersamaan tersebut masih bisa dilihat pada proses penggantian atap ilalang di Kandapan dan Bale Tajug.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.