IKN Akan Tingkatkan Permintaan Produk Pertanian
Sabtu, 06 Jul 2024, 00:01 WIBJAKARTA - Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru akan meningkatkan permintaan produk pertanian. IKN akan menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru dan diharapkan terjadi transformasi ekonomi terutama yang berkaitan dengan ekonomi hijau.
"Ya nanti kan adademand, ada permintaan dari pasar baru yang namanya IKN," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika meninjau pelaksanaan program pompanisasi pertanian di Desa Layoa, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, seperti disaksikan dalam tayangan video Sekretariat Presiden, Jumat (5/7).
Seperti dikutip dari Antara, Presiden Jokowi mengatakan jika ada kelebihan produksi pangan, hasilnya dapat didistribusikan ke daerah lain, termasuk ke IKN di Kalimantan Timur.
"Kalau ada kelebihan produksi beras di sini bisa dikirim ke IKN. Ada kelebihan produksi sayur di sini bisa ditarik ke IKN. Ada bawang merah tadi yang juga harganya baik, sangat baik yaitu 30.000 rupiah per kilogram, bisa ditarik ke IKN," kata Presiden Jokowi.
Melalui program pompanisasi yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, Presiden Jokowi berharap berbagai daerah di Indonesia bisa mencukupi kebutuhan pangannya.
Terkait masalah ini, sebelumnya Presiden Jokowi mengakui Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, disiapkan sebagai salah satu daerah penyangga pangan IKN.
"Program pompanisasi salah satu upaya agar Kotim bisa menjadi penyangga pangan IKN. Kalau Indeks Pertanaman (IP) naik, dari satu kali tanam jadi tiga kali artinya ada kelebihan produksi yang bisa dibawa ke IKN," kata Jokowi.
Penyangga Pangan
Sehubungan dengan perpindahan IKN dari Jakarta ke kota terencana Nusantara yang terletak di pantai timur Pulau Kalimantan, pemerintah pusat tengah mempersiapkan sejumlah daerah sebagai penyangga pangan, salah satunya Kotim yang berada di pulau yang sama.
Kepala Negara menyampaikan melalui Kementerian Pertanian (Kementan) melaksanakan program pompanisasi untuk meningkatkan IP nasional. Melalui pompanisasi ini masa tanam yang awalnya satu kali setahun bisa menjadi dua sampai tiga kali tanam setahun, sehingga produktivitas pun meningkat.
Kotim adalah salah satu daerah yang menerima bantuan pompanisasi. Dengan begitu, diharapkan produktivitas pertanian di Kotim meningkat, bahkan melebihi kebutuhan di daerah tersebut sehingga bisa dikirimkan ke IKN.
"Hal ini bukan hanya Kotim saja, tetapi kabupaten-kabupaten lain yang kelebihan produksi akan ditarik ke IKN," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kotim, Halikinnor menyatakan siap apabila Kotim dipilih sebagai penyangga pangan IKN. Bahkan, ia mengaku pihaknya telah menyusun master plan terkait hal tersebut yang akan diusulkan ke Kementan.
"Kotim siap menjadi penyangga IKN. Kami telah menyusun master plan nanti kami usulkan ke kementerian, karena selama ini kita punya lahan pertanian yang cukup luas, untuk ukuran Kotim itu sudah cukup bahkan surplus," ucapnya.
Halikinnor menyebutkan luas lahan pertanian di Kotim cukup mendukung untuk menjadi penyangga pangan IKN. Ditambah, adanya bantuan pompanisasi dari pemerintah pusat yang dapat meningkatkan hasil pertanian, yang semula satu kali tanam bisa dua hingga tiga kali memungkinkan surplus untuk memasok IKN. Bukan hanya padi, tetapi juga tanaman palawija.
Halikinnor menyebut, Presiden Jokowi sempat menyinggung terkait pengembangan peternakan dan pertanian jagung di Kotim. Hal ini sebagai isyarat agar Kotim bisa mengembangkan hal tersebut untuk mewujudkan ketahanan pangan.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Audiensi Kadispotdirga & Bupati Pinrang Bahas Festival Dirgantara
-
AS Gencarkan Promosi Produk Pertanian lewat Program “Rasa Amerika” di Jakarta
-
Kota Nusantara Tarik Investasi Swasta 1,2 Triliun Rupiah
-
E-Commerce Bakal Kena Pajak, Bagaimana dengan UMKM? Ini Kata Kemenkeu!
-
Raih Nobel Perdamaian 2025, Machado Persembahkan untuk Rakyat Venezuela dan Trump
-
Indonesia-Malaysia Perkuat Komitmen Perlindungan Satwa Liar Lintas Negara
-
Polda Sulut panen jagung dukung Ketahanan Pangan Nasional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.