UNHCR: Pengungsi Harus Mengikuti Aturan

Rabu, 03 Jul 2024, 01:35 WIB

JAKARTA - Pengungsi warga negara asing (WNA) di Kuningan, Jakarta Selatan, diminta menaati aturan agar bisa mendapat akses layanan. "Para pengungsi diharapkan patuhi aturan. Apabila membutuhkan sesuatu mereka bisa mengikuti proses dan mekanisme," kata Assistant Protection Officer United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), Hendrik Therik, di Jakarta, Selasa (2/7).

Hendrik dalam kesempatan itu menegaskan para pengungsi yang berasal dari Afghanistan, Irak, dan Myanmar wajib mengantre untuk mendapat mengakses pelayanan. Dia memahami para pengungsi tersebut mencari suaka."Indonesia sudah memberikan perlindungan," jelasnya.

Ket. Foto: Satpol PP tertibkan tenda pengungsi WNA di Jakarta -- Seorang pengungsi warga negara asing (WNA) berargumen dengan petugas Satpol PP saat penertiban di depan Kantor UNCHR, kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (2/7/2024). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menertibkan sebanyak 15 WNA yang mendirikan tenda untuk ditempatkan di rumah detensi imigrasi sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Pasal 75 tentang keimigrasian. — Sumber: ANTARA/Bayu Pratama S

Kendati demikian, Hendrik mengingatkan para pengungsi harus menaati mekanisme formal seperti mengajukan permohonan dan menunggu dipanggil. Bukannya menginap dengan mendirikan tenda sembarangan. "Tindakan-tindakan seperti menginap di fasilitas publik bukan sesuatu yang kita inginkan dan bertentangan dengan peraturan daerah," tandas Hendrik.

Lebih lanjut, menjawab mengapa pengungsi bisa sampai belasan tahun mencari suaka di Indonesia, UNHCR menegaskan mereka memiliki permohonan yang berbeda-beda. Ada yang minta berbagai jenis bantuan seperti registrasi di UNHCR. Ada juga minta bantuan kesehatan. Lalu ada pula yang minta bantuan keuangan maupun penempatan ke negara ketiga.

Dengan demikian, UNHCR akan terus berkoordinasi dengan Imigrasi untuk melayani permohonan tersebut dengan memastikan informasi hingga kebutuhan para pengungsi. Sebagai perwakilan UNHCR, Hendrik mengapresiasi atas upaya pemerintah dalam memastikan ketertiban.

Sementara itu, petugas gabungan Jakarta Selatan menertibkan pengungsi tersebut. Mereka dari Imigrasi, Satpol PP, Kesbangpol, kecamatan, kelurahan, koramil, dan kepolisian. Sebanyak 15 orang, dua di antaranya anak kecil dinaikkan ke ke mobil.

Imigrasi akan meningkatkan pengawasan bersama TNI, Polri dan Satpol PP agar tak ada pengungsi yang mendirikan tenda. "Mereka akan ditampung di rumah detensi Direktorat Jenderal Imigrasi," kata Camat Setiabudi, Iswahyudi. Para pengungsi akan diperiksa lalu ditaruh di detensi.

Pemerintah khawatir kehidupan para pengungsi yang cukup banyak tinggal di tempat kumuh. Mereka bisa membahayakan diri sendiri, terkena penyakit, dan mengganggu lalu lintas. "Kami akan mendirikan posko, bekerja sama UNHCR. Setiap hari akan ada dua petugas di posko untuk menghalau pengungsi," ujarnya.

Para petugas gabungan mulai mendatangi lokasi mulai pukul 09.15 WIB. Kedatangan mereka langsung menertibkan tenda hingga barang-barang milik pengungsi di kawasan Kuningan. Meski para pengungsi sempat mempertanyakan penertiban tersebut, akhirnya kooperatif. Penertiban hanya perlu 20 menit.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

Berita Terbaru

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.