- Home
-
- Luar Negeri
-
- Presiden Marcos Jr: Butuh ...
Presiden Marcos Jr: Butuh Waktu Tunjuk Menteri Pendidikan Baru
Senin, 01 Jul 2024, 02:30 WIBMANILA - Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, pada Sabtu (29/6) mengatakan bahwa ia membutuhkan lebih banyak waktu sebelum menunjuk menteri pendidikan baru untuk menggantikan Wakil Presiden Sara Duterte.
"Ternyata ini lebih sulit dari yang saya kira, karena kita harus melakukannya dengan benar. Jadi, saya memberi diri saya lebih banyak waktu," kata Marcos Jr dalam sebuah wawancara di Makati City.
Marcos Jr mengatakan menteri pendidikan yang baru harus mampu mengelola birokrasi yang besar dan menangani pekerjaan yang rumit.
"Saya sudah memeriksa begitu banyak CV (curriculum vitae). Kami punya banyak (kandidat) yang unggul. Kami harus memilih seseorang yang memiliki pemahaman tentang apa yang penting pada seseorang pendidik," kata Marcos Jr.
Presiden Filipina juga mengatakan pihaknya perlu menemukan kualitas orang yang dapat membangkitkan demokrasi dalam kementerian pendidikan untuk menciptakan standar pendidikan lebih baik.
Marcos Jr menolak menyebutkan nama orang-orang yang ia pertimbangkan untuk jabatan tersebut, namun ia mengatakan telah mencatat semua kualitas yang dimiliki dari berbagai sektor untuk jabatan menteri pendidikan berikutnya.
Presiden Filipina mencatat, ada seruan agar menteri pendidikan yang baru untuk menjadi pendidik, administrator, dan profesor sejarah. "Semua ini, dan semuanya merupakan perhatian yang sahih. Itulah arti pendidikan," kata Marcos Jr seraya menegaskan perlunya menunjuk seorang pendidik yang dapat membantu guru dan siswa.
"Yang selalu kita lihat adalah nilai ujian. Kita harus membahas nilai ujian. Kalian semua tahu itu. Jadi, Anda butuh seorang pendidik yang mengerti bagaimana membantu siswa, bagaimana membantu guru, itu hal utama," kata dia.
Presiden Marcos Jr juga mengucapkan terima kasih kepada Sara Duterte atas pekerjaannya di Kementerian Pendidikan.
"Pekerjaan di kementerian pendidikan itu berat. Itulah sebabnya kami harus berterima kasih kepada Sara atas usaha yang telah ia lakukan," ujar Marcos Jr.
Duterte mengumumkan pada 19 Juni bahwa ia mengundurkan diri sebagai menteri pendidikan dan wakil ketua Satuan Tugas Nasional untuk Mengakhiri Konflik Bersenjata Komunis Lokal.
Dalam surat pengunduran dirinya, Duterte mengatakan dia telah menyiapkan rencana 30 hari untuk memastikan transisi yang lancar di kementerian pendidikan. Presiden mengatakan Duterte tidak memberikan alasan apapun atas pengunduran dirinya.Ant/PNA-OANA/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Karhutla Mengancam Natuna, Lanud RSA Aktifkan Posko Udara Siaga Darurat
-
Bangkit di Ganda, Janice Tjen/Katarzyna Piter Tantang Unggulan Keempat di Perempat Final Merida Open
-
Real Madrid Beri Debut Kompetitif untuk Dua Pemain Muda Lolosan Akademi
-
Satu Orang Terluka saat Hujan Disertai Angin Kencang Tumbangkan Enam Pohon di Jakpus
-
FIFA Yakin Meksiko Siap Gelar Piala Dunia di Tengah Situasi Keamanan Memanas
-
Pengusaha Pengantaran Komit untuk Mengikuti Aturan Bonus Hari Raya untuk Ojol
-
Indonesia Bidik Lompatan Ekonomi, Komoditas Mentah Terancam Disetop
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.