Pemerintah Tak Berdaya Hadapi Kemajuan Teknologi

Senin, 01 Jul 2024, 12:03 WIB

JAKARTA - Lemahnya kemampuan pemerintah menjaga keamanan data sangat disayangkan lantaran anggaran untuk menjaga keamanan data hampir satu triliun rupiah. Pemerintah tak berdaya menghadapi kemajuan teknologi.

Dosen Komunikasi Universitas Bina Nusantara (Binus) Malang, Frederik M Gasa, mengatakan kasus peretasan pusat data nasional (PDN) terbaru menjadi cerminan bahwa negara belum siap segala risiko dari adanya kemajuan teknologi saat ini. Peretasan PDN, paparnya, sangat rentan dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi peretas.

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

"Kasus peretasan menunjukkan political will pemerintah yang rendah? Tentu kaitannya sangat erat karena jika political will tinggi untuk mencegah dan melindungi berbagai data penting tentu perlindungan atas data tersebut dilakukan secara berlapis sehingga siapa pun selain pihak berwenang tidak mampu mengobrak-abrik data yang dilindungi tersebut," tegas Frederik, Minggu (30/6).

Sepertinya, lanjut Frederik, pemerintah kurang serius membentengi data penting negara dari aksi peretasan. Sebelumnya, data BPJS Ketenagakerjaan juga tak luput dari aksi peretasan. Sejumlah kasus peretasan tersebut menggambarkan pemerintah butuh perlindungan ekstra dan berlapis untuk dapat melindungi segala bentuk data.

Senada, Manajer Riset Seknas Fitra, Badiul Hadi, mengaku janggal karena masalah kebocoran data ini acap kali terjadi dan saat ini salah satu yang terbesar. Hal ini menunjukkan lemahnya sistem keamanan pusat data nasional.

"Pemerintah seharusnya sudah belajar dari kasus sebelumnya. Dan mengantisipasinya karena potensi ancaman itu selalu ada dan menghantui keamanan data," tegas Badiul.

Karenanya ke depan, kata dia, pemerintah perlu melakukan penguatan sistem keamanan data dengan membangun sinergi lintas sektor, terutama data kependudukan. Berikutnya, membangun sistem big data yang dan dikelola oleh ahli IT terbaik dari putra-putri terbaik bangsa.

"Kemudian, meningkatkan pembiayaan dengan mengedepankan prinsip efektivitas dan efisiensi," ucapnya.

Langkah Hukum

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mendorong aparat penegak hukum (APH) memeriksa penggunaan anggaran pemeliharaan Pusat Data Nasional (PDN). Pasalnya, menurut dia, penggunaan anggaran pemeliharaan yang mencapai 700 miliar rupiah tak membuat PDN aman dari peretasan.

"Patut diduga ada dugaan tindak penyelewengan di sana, ada oknum-oknum tidak kompeten di PDN. Jadi saya kira, tidak ada salahnya bagi lembaga penegak hukum, seperti Polri, KPK, Kejagung, untuk mulai menyelidiki dugaan tersebut," kata Sahroni.

Dia mengaku heran dengan kinerja pihak terkait yang tidak bisa mengamankan PDN dari peretasan. Padahal, mereka sudah disokong dengan anggaran yang sangat besar. Menurut Sahroni, harus ada yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Mereka diminta tak menghindar dengan mencari berbagai alasan.

"Harus ada yang bertanggung jawab atas insiden ini. Jangan cuma ngeles dengan seribu alasan tanpa adanya perbaikan," ujar Sahroni.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) menjadi salah satu lembaga dengan anggaran belanja terbesar. Sampai Mei 2024, Kominfo membelanjakan APBN hingga 4,9 triliun rupiah.

Anggaran tersebut digunakan untuk beberapa keperluan, di antaranya pemeliharaan dan operasional BTS 4G sebanyak 1,6 triliun rupiah dan pemeliharaan data center nasional yang mencapai 700 miliar rupiah.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.