AS Akan Terus Dukung Filipina

Sabtu, 29 Jun 2024, 02:59 WIB

WASHINGTON DC - Seorang pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) pada Kamis (27/6) mengatakan kepada mitranya dari Tiongkok bahwa komitmen pertahanan Washington DC terhadap Filipina tetap sangat kuat setelah terjadi bentrokan kekerasan di Laut Tiongkok Selatan (LTS).

Hal itu diutarakan oleh Wakil Menteri Luar Negeri AS, Kurt Campbell, saat ia menyampaikan keprihatinan serius mengenai tindakan-tindakan Tiongkok di LTS dalam pembicaraan via telepon dengan Wakil Menteri Luar Negeri Tiongkok, Ma Zhaoxu, ungkap Kementerian Luar Negeri AS.

Ket. Foto: Pernyataan Wamenlu AS | Wakil Menlu AS, Kurt Campbell (kanan) saat berbicara pada sebuah konferensi pers di Seoul pada Juli 2023 lalu. Pada Kamis (27/6) Campbell menyatakan bahwa komitmen pertahanan Washington DC terhadap Filipina tetap sangat kuat setelah terjadi bentrokan kekerasan di LTS. — Sumber: AFP/KIM HONG-JI

"Campbell menegaskan kembali bahwa komitmen AS terhadap Filipina di bawah Perjanjian Pertahanan Bersama tetap teguh," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Matthew Miller, dalam sebuah pernyataan.

"Campbell juga menyerukan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, setelah latihan militer Tiongkok di sekitar Taiwan tak lama setelah pelantikan Presiden Lai Ching-te, dan kekhawatiran baru AS tentang ekspor Tiongkok yang mendukung industri pertahanan Russia," imbuh dia.

Ketegangan meningkat antara Filipina dan Tiongkok di LTS setelah personel Penjaga Pantai Tiongkok yang membawa pisau, tongkat, dan kapak, mengepung dan menaiki tiga kapal Angkatan Laut Filipina beberapa waktu lalu dalam konfrontasi yang paling serius dari sejumlah konfrontasi sebelumnya.

Tiongkok telah menegaskan klaimnya di LTS yang strategis dan secara terpisah telah memberikan tekanan pada Taiwan, yang dianggap sebagai bagian dari wilayahnya yang sedang menunggu penyatuan kembali.

AS diketahui telah menyediakan senjata untuk Taiwan, namun dengan sengaja bersikap ambigu mengenai apakah Taiwan akan membela diri jika terjadi invasi dari Tiongkok. Sebaliknya, AS memiliki perjanjian pertahanan dengan Filipina yang dibuat pada tahun 1951 yang menyatakan bahwa Washington DC akan membantu bekas negara koloninya itu jika terjadi serangan bersenjata.

AS sendiri telah berulang kali menekankan komitmennya terhadap perjanjian tersebut tanpa menjelaskan secara terbuka di mana titik di mana Tiongkok telah melewati batas.

Meskipun ada beberapa area yang mengalami ketegangan, pemerintahan Presiden Joe Biden telah bekerja untuk memperluas komunikasi dengan Tiongkok demi mengurangi kemungkinan konflik yang lebih besar.

"Pernyataan Campbell adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk mempertahankan jalur komunikasi terbuka antara kedua negara dan secara bertanggung jawab mengelola persaingan dalam hubungan tersebut," kata Miller.

Tanggapan Beijing

Menanggapi sikap AS tersebut, pada Jumat (28/6) Tiongkok mendesak AS untuk berhenti menoleransi dan mendukung provokasi yang dilakukan Filipina.

"AS harus berhenti memaafkan dan mendukung provokasi dan gangguan Filipina serta mengambil tindakan praktis untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di LTS," ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning.

Pada pengarahan rutinnya, Mao menambahkan bahwa Filipina telah mengabaikan konsensus dengan Tiongkok, menantang kedaulatan dan integritas wilayahnya, dan bersikeras mengirimkan pasokan bahan-bahan konstruksi ke kapal perang usang yang sengaja dikandaskanoleh Manila pada tahun 1999 di Second Thomas Shoal untuk memperkuat klaim kedaulatannya.

Pada 17 Juni lalu, seorang pelaut Filipina terluka setelah apa yang oleh pihak militer di Manila disebut sebagai insiden penyerudukan berkecepatan tinggi yang disengaja oleh kapal Penjaga Pantai Tiongkok, sebuah pernyataan yang dibantah oleh Tiongkok dan mengatakan bahwa tindakannya tersebut sah.AFP/ST/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.