Seoul: Parasit Ditemukan di Balon Sampah yang Dikirim Korea Utara

Senin, 24 Jun 2024, 15:53 WIB

SEOUL - Parasit dari kotoran manusia dan pakaian bekas ditemukan di kantong sampah yang dibawa oleh balon Korea Utara ke Korea Selatan, kata Seoul pada hari Senin (24/6).

Pyongyang mengirimkan lebih dari seribu balon pembawa sampah ke Korea Selatan dalam beberapa pekan terakhir, sebagai pembalasan atas selebaran yang dikirim oleh para aktivis yang menentang pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Ket. Foto: Salah satu dari ratusan balon sampah yang diterbangkan Korea Utara ditemukan di sawah di daerah perbatasan barat laut Ganghwa, Korea Selatan pada 10 Juni 2024. — Sumber: Yonhap

Analisis terhadap isi 70 balon menemukan bahwa balon tersebut mengandung tanah yang mengandung banyak parasit, seperti cacing gelang, cacing cambuk, dan cacing kremi, kata Kementerian Unifikasi Korea Selatan dalam sebuah pernyataan.

Hal ini mungkin terjadi karena kotoran manusia digunakan di dalam tanah, bukan sebagai pupuk kimia, tambahnya.

Dikatakan "tidak ada risiko pencemaran tanah (atau) penyakit menular" dari balon-balon tersebut, karena volume tanah yang dikirim relatif rendah.

Sampah yang dikirim Korea Utara juga mengungkapkan keadaan ekonomi negara itu yang menyedihkan, klaim Kementerian Korsel, menunjuk pada pakaian anak-anak yang compang-camping dan pakaian lain yang dikenakan hingga titik kehancuran sebagai buktinya.

Selain itu dikatakan, beberapa pakaian dari balon-balon tersebut sebelumnya disumbangkan oleh sebuah perusahaan Korea Selatan selama penggalangan bantuan dan sengaja dirusak, ermasuk disayat dengan pisau.

Hal ini tampaknya menjadi tindakan Korea Utara yang "mengekspresikan permusuhan ekstrem terhadap kampanye selebaran tersebut dan untuk menyoroti sikap permusuhan terhadap Korea Selatan", kata seorang pejabat kementerian.

Kedua Korea telah terlibat dalam "perang balon" yang saling balas. Seorang aktivis di Korea Selatan pekan lalu membenarkan telah menerbangkan lebih banyak balon yang membawa selebaran propaganda ke arah Korea Utara.

Segera setelah itu, Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Kim Jong Un yang berkuasa, memperingatkan bahwa Korea Utara kemungkinan akan membalas.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.