Harga Minyak Naik Tipis Karena Kekhawatiran akan Perang di Eropa dan Timur Tengah
Rabu, 19 Jun 2024, 10:56 WIBSINGAPURA - Harga Minyak naik sedikit pada awal perdagangan Rabu (19/6) ini karena kekhawatiran atas meningkatnya konflik di Eropa dan Timur Tengah mengimbangi kekhawatiran permintaan menyusul peningkatan tak terduga dalam persediaan minyak mentah AS.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus naik 6 sen menjadi $85,39 per barel pada pukul 00.16 GMT (pukul 07.16 WIB). Minyak mentah West Texas Intermediate AS untuk bulan Juni naik 10 sen menjadi $81,67 per barel.
Kedua harga acuan tersebut naik lebih dari $1 pada sesi sebelumnya setelah serangan drone Ukraina menyebabkan kebakaran terminal minyak di pelabuhan utama Russia, menurut pejabat Russia dan sumber intelijen Ukraina.
Sementara itu, di Timur Tengah, Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz memperingatkan akan terjadinya "perang habis-habisan" dengan Hizbullah Lebanon, bahkan ketika AS berupaya menghindari konflik yang lebih luas antara Israel dan Hizbullah yang didukung Iran.
Meningkatnya perang di kawasan ini meningkatkan kemungkinan terganggunya pasokan minyak mentah dari produsen-produsen utama.
Untuk menjaga agar harga minyak tidak naik lebih lanjut, stok minyak mentah AS naik 2,264 juta barel dalam pekan yang berakhir 14 Juni, menurut sumber pasar yang mengutip angka American Petroleum Institute pada hari Selasa.
Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan penurunan stok minyak mentah sebesar 2,2 juta barel.
Persediaan bensin turun 1,077 juta barel, sementara sulingan naik 538.000 barel, kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya.
Data resmi saham AS dari Badan Informasi Energi (EIA) akan dirilis pada pukul 15.00 GMT (pukul 22.00 WIB).
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: CNA
Berita Terkait:
-
Menlu Marco Rubio Tegaskan Perang AS-Iran Telah Berakhir
-
Harga Minyak Mentah Turun Karena Optimisme Perundingan Damai AS-Iran
-
Harga Minyak Mentah Anjlok, Saham Melonjak Setelah AS-Iran Capai Kesepakatan Damai
-
Gencatan Senjata di Timur Tengah Terancam Setelah Iran Lancarkan Serangan Rudal ke Israel
-
Trump Mengaku Bicara dengan Hezbollah dan Netanyahu, Konflik Lebanon Memasuki Babak Baru
-
JD Vance: Kekuatan Militer Bukan Solusi
-
Russia Tuduh Rezim Ukraina Neo-Nazi, Situasi HAM Disebut Memburuk
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.