Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DKPP Kota Madiun Periksa Daging Kurban Usai Disembelih

📅 Senin, 17 Jun 2024, 19:24 WIB | Oleh:
DKPP Kota Madiun Periksa Daging Kurban Usai Disembelih Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Kota Madiun
Ket. Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Madiun melakukan pemeriksaan post mortem jeroan sapi seusai disembelih di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Madiun, Jawa Timur, Senin (17/6).

MADIUN - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, Jawa Timur memeriksa daging hewan kurban yang disembelih guna memastikan seluruhnya memenuhi syarat dan aman untuk dikonsumsi.

"Pemeriksaan dilakukan guna menjaga kesehatan masyarakat yang akan mengonsumsi daging dari penyembelihan kurban Idul Adha," ujar Dokter Hewan DKPP Kota Madiun drh M Sulthan Rasyid Rifai, Senin.

Di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) misalnya. Pemeriksaan dilakukan pada hari penyembelihan. Didapati, dari 21 ekor hewan kurban, satu ekor di antaranya terindikasi sakit. Setelah diperiksa, hewan yang sakit tersebut masih bisa disembelih.

"Bagian yang rusak dibuang, tidak dikonsumsi. Bagian yang bagus bisa dikonsumsi," kata Sulthan Rasyid Rifai.

Selain itu, juga ditemukan ada dua ekor sapi yang mengalami pembengkakan limpa dan ada guratan darah. Untuk yang ada guratan darah, pihaknya menyarankan untuk memasak sampai benar-benar matang.

"Untuk pemeriksaan 'antemortem', dicek menyeluruh. Kalau ada yang demam, sisihkan. Sedangkan 'postmortem', dicek sampling jeroan merah, meliputi hati, paru, jantung, limpa, ginjal," kata dia.

Setelah didistribusikan, lanjutnya, pastikan daging dan jeroan dipisah. Lalu masukkan kulkas jika tidak langsung dimasak.

"Supaya tidak alot, daging cukup disimpan di lemari pendingin selama satu malam. Baru kemudian pindah ke freezer di suhu 4-8 derajat celsius," katanya.

Ia menambahkan, pengawasan hewan dan daging kurban tersebut rutin dilakukan oleh dinas setempat setiap momentum Idul Adha guna memberikan rasa aman terhadap masyarakat yang mengonsumsi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.