- Home
-
- Luar Negeri
-
- Dewan Eropa: Standar Ganda...
Dewan Eropa: Standar Ganda Ukraina dan Timur Tengah Tak Dapat Diterima
Minggu, 16 Jun 2024, 13:00 WIBMOSKOW - Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengatakan standar ganda tidak dapat diterima sehubungan dengan konflik di Ukraina, Timur Tengah, dan belahan dunia lainnya.
"Hukum internasional harus selalu dilindungi dan di mana pun, tanpa ambiguitas, di Ukraina, di Timur Tengah, dan di mana pun di dunia. Ini adalah tanggung jawab global kita," kata Michel, Sabtu (15/6).
"Tidak ada ruang untuk standar ganda," ujarnya pada pertemuan puncak yang diselenggarakan olehSwiss.
Terkait konflik Ukraina-Russia, Michel mengatakan bahwa Ukraina-lah yang memutuskan kapan akan memulai dialog dengan Russia.
Sementara itu, Perdana Menteri Timor-LesteXanana Gusmaomengatakan pada pertemuan puncak tersebut bahwa hukum internasional saat ini sering diterapkan secara selektifketika beberapa negara menentang pendudukan di satu negara, namun tidak di negara lain.
Presiden Xanana turut menyerukan semua pihak untuk memperlakukan semua konflik di belahan dunia mana pun dengan setara.
"Saat ini, sekitar 65 perang masih terus terjadi di seluruh dunia. Sekalipun perang tersebut tampaknya jauh dari negara kita, kita tidak boleh melupakannya," ujarnya.
Swiss menjadi tuan rumah konferensi tingkat tinggi mengenai Ukraina di resor Buergenstock di luar Lucerne pada15-16 Juni. Sekitar 90 negara dan organisasimengkonfirmasi partisipasi mereka, menurut Swiss.
Russia tidak menerima undangan.
Namun meskipun menerima undangan, Russia tidak akan menghadiri konferensi tersebut, kata Vladimir Khokhlov, juru bicara Kedutaan Besar Russia di Bern, pada April.
- konflik timur tengah
- russia
- Ukraina
- Standar Ganda
- Perang Russia-Ukraina
- Dewan Eropa
- Perang Israel-Hamas
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Presiden Kazakhstan Desak Russia Bekukan Perang Ukraina, Tokayev: Semua Ini Harus Dihentikan
-
Cocok buat Treking dan Healing, Ini Rekomendasi 7 Curug di Bogor yang Wajib Dikunjungi
-
Rupiah Melemah, Konflik Timur Tengah hingga Lonjakan Harga Minyak Guncang Ekonomi Indonesia
-
Gubernur NTT Pastikan Larangan Isi BBM bagi Penunggak Pajak Tetap Diberlakukan
-
Rittal Perkuat Industri Manufaktur Indonesia Lewat Modification Center Berbasis Digital Engineering
-
Targetkan Tampung 2.500 Mahasiswa di Akhir 2026, ITSB Incar Status Research University
-
PINTU Incubator Perkuat Kolaborasi Mode Indonesia-Prancis di JF3 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.