REI Jakarta: Kuota FLPP Perlu Ditambah

Sabtu, 15 Jun 2024, 01:50 WIB

JAKARTA - Pemerintah diharapkan dapat menambah kuota subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Rumah (FLPP) gunamemastikan program perumahan berjalan mulus. Harapan ini disampaikan Persatuan Perusahaan Real EstateIndonesia (REI) Jakarta.

"Kuota FLPP tahun ini 166.000 unit. Artinya akan habis pada bulan Agustus," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) REI Jakarta, Arvin F Iskandar, di Jakarta, Jumat (14/6). Arvin menjelaskan pada tahun lalu realisasi penyaluran FLPP 228.918 unit. Sedangkan untuk 2024 selama Januari- Mei sudah terealisasi 78.705 unit rumah.

Ket. Foto: Pekerja tengah menyelesaikan pembangunan rumah di kawasan Cijantung, Jakarta Timur. — Sumber: ANTARA/Ganet

Kemudian periode yang sama tahun lalu tersalur untuk 82.340 unit. Maka, menurut Arvin, idealnya kuota tahun sekarang sebanyak 218.808 unit. Arvin menuturkan, menipisnya kuota FLPP tahun ini tidak hanya menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat berpendapatan rendah yang ingin membeli rumah, tetapi juga bagi pengembang perumahan yang selama ini bergerak di bidang rumah subsidi.

Terkait usulan kepada pemerintah itu, REI Jakarta mendapat dukungan REI Jawa Barat dan REI Banten yang selama ini menjadi wilayah pengembangan rumah subsidi. Arvin dapat memahami keterbatasan anggaran yang memang diprioritaskan untuk kebutuhan yang lebih mendesak. Namun, tentu perlu terobosan pemerintah agar program rumah bersubsidi tetap bisa bergulir pada tahun ini.

Pemerintah bisa berkolaborasi dengan perbankan untuk memastikan program rumah subsidi dapat terus berjalan. Sebab dari sisi permintaan dari masyarakat masih tinggi. REI Jakarta juga mengapresiasi terobosan kebijakan pemerintah yang memberlakukan sertifikat elektronik tanah. Ini melalui Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 2023 tentang Penerbitan Dokumen Elektronik dalam Pendaftaran Tanah.

Kehadiran sertifikat elektronik menggantikan sertifikat analog merupakan terobosan sangat bagus. Meski demikian, diharapkan pengawasan dan penegakan hukum juga tetap menjadi perhatian mengingat masih tingginya kasus kepemilikan tanah ganda. Sertifikat elektronik, menurut Arvin, erat kaitannya dengan proses penyaluran kredit perbankan. Misalnya, sebagai komponen dalam analisis kredit, khususnya agunan (collateral).

"Jika sertifikat elektronik menjadi jaminan kredit di bank, maka hak tanggungan pun akan menjadi elektronik atau E-HT. Bagaimana proses integrasi antara sistem Badan Pertanahan Nasional dan perbankan pemberi kredit maupun notaris/PPAT, tentunya perlu sosialisasi," tutur Arvin.

Demikian pula jika proses kredit pinjaman sudah diselesaikan oleh debitur. Maka tentu akan dilanjutkan dengan proses penghapusan secara elektronik oleh BPN sesuai informasi dari bank terkait. Beberapa kasus terjadi kesalahan sehingga perlu menunggu waktu untuk penyelesaian. "Tentunya hal-hal seperti ini harus diperbaiki untuk ke depan," katanya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

Berita Terbaru

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

"Silent Hill: Townfall" Eksklusif Konsol PS5 Minimal Enam Bulan

Resmi Digarap Disney! National Treasure 3 Masuk Pengembangan, Nicolas Cage Siap Kembali?

Fitur Baru ChatGPT di iOS: Bisa Akses Foto Terbaru Tanpa Buka Galeri

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.