Limbah Kurban Jangan Cemari Lingkungan

Kamis, 13 Jun 2024, 01:50 WIB

JAKARTA - Seluruh panitia kurban diminta untuk menangani limbah hewan kurban berdasarkan prinsip ramah lingkungan supaya tidak mencemari dan mengotori lingkungan.

"Jangan sampai membiarkan limbah hewan kurban seperti darah dan isi perut berceceran. Jangan juga membuangnya ke got, selokan, dan sungai," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, Asep Kuswanto, Rabu.

Ket. Foto: Pedagang melayani calon pembeli sapi kurban di kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat (7/6). — Sumber: ANTARA/Bayu Pratama S

Menurutnya, panitia maupun masyarakat dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban harus menerapkan prinsip "Eco Kurban." Hal itu sudah tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pemotongan Hewan Kurban. Asep menuturkan, jika limbah hewan k 9urban tidak ditangani dengan baik bisa menyebabkan lingkungan tidak nyaman karena bau dan berisiko membahayakan kesehatan masyarakat.

Asep juga menjelaskan, pembuangan limbah potongan hewan kurban ke saluran air bisa merusak ekosistem. "Sederhananya, ikan air bisa mati, jika limbah isi perut hewan kurban dibuang ke saluran air," tandas Asep. Untuk menghindarinya, Asep menyarankan kepada warga Jakarta agar menangani limbah hewan kurban dengan baik. Caranya dengan mengubur dalam tanah minimal satu meter untuk sapi berukuran 400-600 kilogram dan minimal 30 sentimeter untuk kambing berukuran 25-35 kg.

Selain itu, Asep minta limbah-limbah bisa diolah kembali dalam bentuk pengomposan dengan komposter atau dikirim ke tempat pengolahan kompos agar ditangani dengan tepat. Saat ini, DLH Jakarta juga gencar mengampanyekan agar tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai dalam pendistribusian gading kurban.

Sebagai opsi, Asep menyebutkan bisa menggunakan wadah daging kurban ramah lingkungan dan aman terhadap kesehatan. "Besek bambu, daun pisang, daun jati, atau wadah dari bahan alami bisa jadi pilihan tempat daging," ujarnya. ν Ant/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.