Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kota-kota di Indonesia Tidak Punya Bentuk Jelas

📅 Kamis, 13 Jun 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kota-kota di Indonesia Tidak Punya Bentuk Jelas Doc: ANTARA/M. Baqir Idrus Alatas
Ket. Tangkapan virtual Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa saat memberikan sambutan dalam acara Sustainable Development Goals (SDGs) Center Conference 2024, di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (12/6/2024).

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa menyatakan kota-kota di Indonesia itu amorf (tidak mempunyai bentuk yang jelas).

"Kota-kota di Indonesia ini menurut saya amorf. Kota-kotanya ituenggakada bentuknya. Kalau gitar itu kan ada bentuknya, gitar Spanyol gitu kan atau gitar listrik ada bentuknya. Kota-kota kita itu semakin hiruk pikuk dan semakin tinggi mobilitas penduduk di sana, dia semakin amorf," ujarnya dalam acara Sustainable Development Goals (SDGs) Center Conference 2024 yang dipantau secara virtual, di Jakarta, Rabu.

Dengan kota yang amorf, pembangunan sebuah kota tidak lagi didasarimasterplan, tetapi berdasarkan desakan-desakan ekonomi atau komersial.

Saat tahun 1980-an, Suharso menceritakan pertemuannya dengan pengusaha properti Ciputra yang hendak membangun Bumi Serpong Damai (BSD) City menjadi kota hijau.

"Tapi, 1997-1998 ketika ekonomi Indonesia terganggu, lalu (mayoritas saham) BSD (dibeli oleh perusahaan lain), saya bisa rasakan apa yang terjadi perubahannya, jauh dari angan-angannya beliau (Ciputra)," ujar Suharso.

Begitu pula dengan kawasan Pondok Indah yang dibangun oleh Ciputra dianggap telah amorf setelah tidak dikelola oleh pengusaha tersebut.

"Setelah pindah juga dari Pak Ci (Ciputra) itu amorf enggak jelas, bentuk pinggangnya itu di mananggakngerti saya. Gitar itu kan ada pinggangnya, lekuknya, jadi lekuknyaenggakkelihatan lagi," kata Menteri PPN.

Karena itu, apabila setiap universitas memilikiconcernuntuk membangun sebuah kota hijau, maka berbagai kota di Indonesia akan lebih baik lagi. Artinya, universitas di daerah masing-masing dapat terlibat dalam setiap penyusunanmasterplanpembangunan kota/kabupaten dengan mengedepankan prinsip SDGs.

Dengan begitu, capaian target-target SDGs lebih cepat terealisasi, mengingat adanya partisipasi publik dan keterlibatan dari para pemangku lainnya dalam proses pembangunan kota.

Suharso menganggap bahwa upaya membangun kota sejalan dengan SDGs 11, yakni menjadikan kota dan permukiman inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan.

"Kalau universitas-universitas, yang ada arsiteknya palingenggak, di semua kota di Indonesia punyaconcernseperti ini, menurut saya kota-kota kita jadi cantik, baik, enak, dan dari satu kota ke kota itu ada temanya. Jadi, tidak semua kota itu harus menyerupai seperti 'Jakarta'," ujar dia pula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.