Gas yang Rusak Ozon Menurun Lebih Cepat

Kamis, 13 Jun 2024, 02:55 WIB

PARIS - Para ilmuwan pada Selasa (11/6) mengatakan bahwa upaya internasional untuk melindungi lapisan ozon telah mencapai keberhasilan global yang luar biasa setelah mengungkapkan bahwa gas yang merusak di atmosfer berkurang lebih cepat dari yang diperkirakan.

Pada 1987 lalu, protokol Montreal yang bertujuan untuk menghapuskan zat-zat perusak ozon yang terutama terdapat pada mesin pendingin, AC, dan semprotan aerosol, telah ditandatangani

Ket. Foto: Dr Luke Western — Sumber: istimewa

Sebuah studi baru menemukan bahwa tingkat hidroklorofluorokarbon (HCFC) di atmosfer, gas berbahaya yang menyebabkan lubang di lapisan ozon, telah menurun dengan drastis pada 2021 atau lima tahun lebih cepat dari perkiraan.

"Ini merupakan kesuksesan global yang luar biasa. Kami melihat segala sesuatunya berjalan ke arah yang benar," kata penulis utama studi tersebut, Dr Luke Western, dari Universitas Bristol, Inggris.

Gas klorofluorokarbon (CFC) yang paling berbahaya telah dihapus penggunaannya pada 2010 dalam upaya melindungi lapisan ozon, sebuah lapisan yang melindungi kehidupan di Bumi dari tingkat berbahaya sinar ultraviolet dari Matahari. Bahan kimia HCFC yang menggantikannya diperkirakan akan dihilangkan pada 2040.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnalNature Climate Changeini meneliti tingkat polutan di atmosfer dengan menggunakan data dari Advanced Global Atmospheric Gases Experiment dan US National Atmospheric and Oceanic Administration.

Dr Western mengaitkan penurunan tajam HCFC dengan efektivitas Protokol Montreal, serta peraturan nasional yang lebih ketat dan pergeseran industri dalam mengantisipasi pelarangan polutan ini.

Baik CFC maupun HCFC juga merupakan gas rumah kaca yang kuat, artinya penurunan jumlah gas tersebut juga membantu upaya melawan pemanasan global. CFC dapat bertahan di atmosfer selama ratusan tahun, sedangkan HCFC memiliki umur sekitar dua dekade, kata Dr Western.

Sekalipun produk-produk tersebut sudah tidak diproduksi lagi, penggunaan produk-produk ini di masa lalu akan terus berdampak pada ozon di tahun-tahun mendatang.AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.