Hujan Deras, Australia Timur Dilanda Banjir Besar, Picu Perintah Evakuasi

Sabtu, 08 Jun 2024, 14:49 WIB

SYDNEY - Hujan deras menyebabkan banjir bandang di kota terbesar Australia, Sydney, pada Sabtu (8/6), mendorong perintah evakuasi di beberapa daerah pinggiran kota.

Otoritas darurat mengatakan mereka melakukan 13 penyelamatan dan menerima 297 panggilan bantuan dari warga di Sydney, ibu kota negara bagian New South Wales, dalam 24 jam hingga pukul 05.00 waktu setempat, karena banjir yang dipicu oleh hujan lebat.

Ket. Foto: Banjir adalah jenis bencana alam paling mematikan kedua setelah gelombang panas di Australia. — Sumber: CNA/Facebook/Layanan Darurat Negara Bagian New Sou

Sepuluh perintah evakuasi darurat diberlakukan untuk pinggiran kota di barat laut kota tersebut, kata Layanan Darurat Negara Bagian New South Wales (SES) dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (8/6) pagi.

Badan peramal cuaca negara itu memperingatkan banjir besar bisa terjadi di barat laut Sydney, kota berpenduduk sekitar 5 juta jiwa, pada Sabtu malam.

Lembah Hawkesbury-Nepean di Sydney merupakan dataran banjir yang rentan terhadap banjir berbahaya, karena dialiri oleh lima anak sungai dan memiliki titik-titik pembatas yang membatasi aliran ke laut, sehingga air kembali meluap saat hujan deras.

Penjabat Asisten Komisaris SES Dallas Burnes mengatakan kepada Australian Broadcasting Corp, "masih banyak air yang mengalir" dan mendesak warga yang terkena dampak untuk bersiap meninggalkan rumah mereka.

Menteri Layanan Darurat New South Wales Jihad Dib mengatakan hujan turun di daerah tangkapan air yang meluap, sehingga menimbulkan "dampak yang jauh lebih besar".

"Bendungan kami penuh, saluran air kami penuh, lahan kami jenuh," kata Dib dalam konferensi pers yang disiarkan televisi di Sydney, beberapa jalan dan jembatan terkena dampaknya.

Keadaan darurat terbaru terjadi setelah lebih dari 150 orang dievakuasi dari banjir di Australia timur pada bulan April.

Banjir adalah bencana alam paling mematikan kedua setelah gelombang panas di Australia, dan menyebabkan sekitar 20 persen kematian akibat bencana alam antara tahun 1900 dan 2022, menurut badan Layanan Iklim Australia milik pemerintah federal.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: CNA

Berita Terbaru

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.