ECB Turunkan Suku Bunga Pertama Sejak 2019

Sabtu, 08 Jun 2024, 00:01 WIB

BRUSSEL - Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB), pada hari Kamis (6/6), memangkas suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2019, seiring dengan menurunnya inflasi zona euro secara bertahap. Namun Presiden ECB, Christine Lagarde, mengatakan jalur ke depan masih belum jelas dan memperingatkan akan adanya "jalan bergelombang".

Dikutip dari Yahoo News, suku bunga deposito diturunkan seperempat poin menjadi 3,75 persen, turun dari rekor tertingginya. Menyusul serangkaian kenaikan suku bunga zona euro yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dimulai pada pertengahan tahun 2022 untuk mengendalikan kenaikan harga energi dan pangan, inflasi perlahan-lahan turun menuju target dua persen ECB.

Ket. Foto: European Central Bank (ECB) — Sumber: ISTIMEWA

Pemangkasan pada hari Kamis, yang pertama sejak September 2019, terjadi setelah bank sentral mempertahankan suku bunga sejak Oktober dan akan memberikan dorongan yang sangat dibutuhkan bagi perekonomian zona euro yang terkepung.

Langkah ini menandai penyimpangan ECB dari Federal Reserve AS, yang juga telah menaikkan suku bunga secara agresif, namun diperkirakan tidak akan mulai melakukan pemotongan selama berbulan-bulan karena data yang lebih kuat dari perkiraan.

Menjadi Rumit

Semua perhatian tertuju pada apa yang akan terjadi selanjutnya, namun langkah ke depan menjadi rumit karena data inflasi dan pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan baru-baru ini, sehingga menurunkan peluang terjadinya siklus pelonggaran yang cepat.

Pada konferensi pers setelah keputusan suku bunga, Lagarde menegaskan lembaga yang berbasis di Frankfurt tersebut tidak berkomitmen terlebih dahulu pada jalur suku bunga tertentu.

"Yang sangat tidak pasti adalah kecepatan perjalanan kita dan waktu yang dibutuhkan. Kami tahu ini akan menjadi jalan yang bergelombang," katanya.

Perkiraan terbaru ECB yang dirilis pada hari Kamis menyoroti tantangan-tantangan tersebut. Bank sentral menaikkan proyeksi inflasi untuk tahun ini dan tahun depan, dengan mengatakan pihaknya tidak lagi memperkirakan indikator tersebut akan mencapai target dua persen pada tahun 2025, seperti yang diperkirakan sebelumnya, namun akan mencapai 2,2 persen.

Mereka juga menaikkan perkiraan pertumbuhannya untuk tahun 2024, meski sedikit menurunkannya untuk tahun depan. Hal ini terjadi setelah data yang dirilis minggu lalu menunjukkan inflasi di 20 negara yang menggunakan euro meningkat pada bulan Mei, dan lebih cepat dari perkiraan, menjadi 2,6 persen dalam setahun.

Perekonomian zona euro juga berkembang lebih cepat dari perkiraan pada kuartal pertama seiring keluarnya resesi. Meskipun inflasi telah mereda, Lagarde mencatat inflasi masih tetap tinggi, merujuk pada fakta upah masih meningkat dengan kecepatan tinggi, mengimbangi lonjakan inflasi di masa lalu.

Namun, dia mengatakan beberapa indikator menunjukkan pertumbuhan upah akan melambat sepanjang tahun ini. "Perekonomian zona euro diperkirakan akan terus pulih," kata Lagarde.

Namun, ia memperingatkan risiko mulai dari melemahnya perekonomian dunia hingga meningkatnya ketegangan perdagangan, dan mencatat konflik di Ukraina dan Timur Tengah adalah sumber utama risiko geopolitik.

Dengan data yang fluktuatif dan ketidakpastian yang semakin membayangi, peluang penurunan suku bunga lagi pada pertemuan ECB berikutnya di bulan Juli kini dipandang rendah.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.